Minggu, 19 April 2026

Luar Negeri

China Cari Keributan dengan Bhutan, Sekutu Dekat India

Setelah India dan Nepal, negara Komunis itu kini memusatkan perhatian dengan mencari keributan dengan Bhutan, sekutu dekat India.

Editor: M Nur Pakar
Foto: IANS
Kawasan Bhutan, tetangga India yang berbagi sama jalur air sungai 

SERAMBINEWS.COM, NEW DELHI - China tampaknya terus menyebarkan agenda ekspansionisnya di sepanjang perbatasannya.

Setelah India dan Nepal, negara Komunis itu kini memusatkan perhatian dengan mencari keributan dengan Bhutan, sekutu dekat India.

Selama pertemuan virtual Global Environment Facility (GEF) awal Juni 2020, China mengajukan keberatan atas sebuah hibah.

Hibah dikeluarkan untuk Suaka Margasatwa Sakteng (SWS) di Distrik Trashigang, Bhutan timur.

Distrik itu berbatasan langsung dengan India dan Cina, dan Beijing mengklaim lokasi itu masih dalam sengketa.

Dengan dunia masih bergulat dengan pandemi virus Corona yang awalnya di Wuhan, China, Provinsi Hubei.

Tetapi, China secara agresif terus berusaha mengubah status quo di sepanjang perbatasannya.

Dengan India di Ladakh dan Arunachal Pradesh, dan di Laut China Timur serta Laut China Selatan.

Menurut Strat News Global, Dewan GEF bersama-sama memutuskan pendanaan untuk proyek-proyek lingkungan hidup di seluruh dunia.

Mereka terkejut dengan keberatan China untuk membantu Bhutan.

Tentara India Siapkan Pakaian Khusus Kedap Air Hadapi China di Lembah Galwan

PM India Serukan Made in India, Ketergantungan Impor dari China Harus Diakhiri

Usai Pakistan, China dan Nepal, India Dapat Gangguan dari Bhutan, Sumber Air Jadi Masalah

Mayoritas anggota dewan mendukung pandangan Bhutan dan rancangan ringkasan disetujui oleh GEF meskipun ada keberatan dari China.

Begitulah penghinaan yang dilakukan China.

Dewan GEF menolak untuk menjaga, alasan China keberatan dalam catatan mereka.

Kelompok itu menyatakan hanya akan meninggalkan di catatan kaki yang ditentang oleh China.

Anggota dewan China, pada kenyataannya, mengklaim perlu waktu untuk berkonsultasi untuk mencapai kesimpulan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved