Breaking News:

Berita Bener Meriah

Digarap Warga untuk Lahan Perkebunan dan Pertanian, Pemkab Bener Meriah Tertibkan Kawasan Peternakan

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menertibkan lokasi peternakan (Perueren bahasa Gayo) yang terletak di Kecamatan Mesidah yang akhir-akhir ini mulai..

For Serambinews.com
Asisten I, Drs Mukhlis mengadakan pertemuan dengan Reje Kampung, tokoh masyarakat dan masyarakat terkait penertiban kawasan Perueren di Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah yang akhir-akhir ini mulai digarap masyarakat untuk dijadikan lahan perkebunan dan pertanian. Pertemuan itu berlangsung di Balai Desa Kampung Simpur, Kamis (2/7/2020). 

 

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menertibkan lokasi peternakan (Gayo : Perueren) yang terletak di Kecamatan Mesidah yang akhir-akhir ini mulai digarap oleh masyarakat untuk dijadikan lahan perkebunan dan pertanian.

Pemkab Bener Meriah dalam Peraturan Daerah (qanun) telah menetapkan Perueren yang berlokasi di Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah ini diperuntukan khusus untuk kawasan peternakan.

Bupati Bener Meriah yang diwakili oleh Asisten I, Drs Mukhlis bersama Kepala Dinas Pertanahan Bener Meriah, Mahfuda SH MHum, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Ir Abadi, Kasatpol PP dan WH, Ir Mahmuddin, Kabag Hukum, Samusi Purnawira Dade SIP MSi, dan rombongan lainnya, Kamis (2/7/2020) langsung meninjau lokasi Perueren di Kecamatan Mesidah yang mulai digarap masyarakat untuk dijadikan lahan perkebunan dan pertanian.

Asisten I, Drs Mukhlis bersama rombongan sebelum meninjau lokasi terlebih dahulu mengadakan pertemuan dengan masyarakat di Balai Desa Kampung Simpur yang diikuti oleh Reje Kampung, Imam Mukim, tokoh masyarakat serta masyarakat setempat.

Dalam pertemuan tersebut, Asisten I, Drs Mukhlis menyampaikan, tujuan mereka datang ke Kampung Simpur (Uber-Uber) untuk mencari solusi dan titik temu terkait kawasan Perueren yang mulai digarap warga.

“Kita sebagai warga negara yang baik, tentu kita harus mengikuti ketentuan yang berlaku, ada rambu-rambu yang harus dipatuhi, ada batasan-batasan yang tidak bisa kita langgar,” kata Asisten I, Drs Mukhlis.

Lanjutnya, kawasan Peruere yang digarap masyarakat, pihaknya mengaku akan mengecek kembali koordinat menggunakan GPS untuk menentukan lahan yang sudah digarap masyarakat, kalau itu masuk ke dalam kawasan Perueren akan ditertibkan.

“Siapapun dia, suka tidak suka, kalau lahan yang digarap ini masuk ke dalam kawasan Perueren, kami minta maaf, bapak-bapak harus meninggalkan lokasi itu,” tegasnya.

Kata Mukhlis, kawasan Perueren itu ada sumber air untuk minum ternak, untuk itu, masyarakat diharapkan jangan menggarap lahan tersebut.

“Kalau bapak ingin beternak di lokasi tersebut, boleh, silahkan dan bisa, tetapi harus mengikuti peraturan berjenjang, mulai dari bawah, karena ada mekanisme untuk itu,” jelasnya.

Terkait dengan penggarapan hutan lindung ia mengharapkan kepada masyarakat untuk menghentikan sementara waktu.

“Jangan dulu diteruskan, tapi kita harus menunggu persetujuan dari atas, karena baru baru ini ada peluang untuk menurunkan status hutan lindung menjadi hutan produksi, tetapi karena wabah Covid-19, semua jadi tertunda, di Kabupaten Bener Meriah ada sekitar ratusan hektare yang kita usulkan untuk dibebaskan,” sebutnya.(*)

Minat Warga Aceh Jaya Menanam Nilam Meningkat, Bahkan Minyak Nilam Sudah Dikirim ke Eropa

Kunjungan Perdana, Ini Pesan Pangdam IM bagi Prajurit Kodim 0106 Aceh Tengah dan Yonif 114 SM

Ketua DPRK Bireuen Dukung Pemerintah Aceh dan DPRA, Perjuangkan Anggaran Untuk Dayah dan Masjid

Penulis: Budi Fatria
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved