Breaking News:

Luar Negeri

Palestina Lockdown Lima Hari, Kasus Virus Corona Terus Meningkat

Palestina telah mengumumkan lockdown atau penguncian selama lima hari di Tepi Barat. Ha itu untuk menanggapi peningkatan besar kasus virus Corona

AFP/ABBAS MOMANI
Pemuda Palestina melempar balik kaleng gas air mata ke arah pasukan keamanan Israel dalam demo menentang aneksasi oleh Yahudi di Ramallah, Tepi Barat, Rabu (1/7/2020). 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Palestina telah mengumumkan lockdown atau penguncian selama lima hari di Tepi Barat.

Ha itu untuk menanggapi peningkatan besar kasus virus Corona dan kematian dalam beberapa hari terakhir ini.

Pemerintah Palestina, Rabu (1/7/2020) mengatakan penguncian akan mulai berlaku pada hari Jumat (3/7/2020).

Selama penguncian, orang-orang harus tetap berada di rumah.

Sebelumnya, penguncian total dua bulan di Palestina telah dicabut pada akhir Mei 2020.

Dalam dua minggu terakhir ini, otoritas kesehatan Palestina melaporkan lebih dari 1.700 kasus virus Corona.

Kasus virus ditemukan di Kota Hebron, Tepi Barat dan ratusan lainnya di Betlehem dan Nablus.

Tepi Barat yang diduduki memiliki total 3.045 kasus yang dikonfirmasi.

Termasuk 11 kematian sejak awal pandemi, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Kasus Virus Corona Palestina Naik Dua Kali Lipat

Palestina Meradang, Zionis Abaikan Seruan Barat, Bersikeras Perluas Jajahan di Tepi Barat

Palestina Krisis Berat, Teriak Bantuan, Belum Ada Negara Arab yang Gubris

Seorang pemandu wisata di atas unta menunggu pengunjung yang akan berkeliling di Piramid Giza di luar Kairo, Mesir, Rabu (1/7/2020).
Seorang pemandu wisata di atas unta menunggu pengunjung yang akan berkeliling di Piramid Giza di luar Kairo, Mesir, Rabu (1/7/2020). (AFP/Khaled DESOUKI)

Dilansir AP, Rabu (1/7/2020), tetangga Palestina, Mesir, membuka kembali bandara, museum dan Giza Pyramids yang terkenal di Kairo.

Halaman
123
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved