Berita Luar Negeri
Penelitian Ungkap 65 Persen Anak-anak Kecanduan Gadget Selama di Rumah Aja, Ini Dampaknya
Ketika diminta untuk berhenti menggunakan perangkat tesebut, Anak-anak kerap menangis, mengekspresikan kemarahan & tidak mendengarkan orang tua mereka
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM - Dalam beberapa bulan terakhir, sekitar 65 persen anak-anak menjadi kecanduan game.
Mereka tidak dapat menjauhkan diri dari perangkat cerdas seperti ponsel dan laptop, bahkan selama 30 menit.
Anak-anak kerap menangis, mengekspresikan kemarahan, tidak mendengarkan orang tua mereka.
Mereka menunjukkan perilaku yang mudah marah ketika diminta untuk berhenti menggunakan perangkat tersebut.
Fakta-fakta ini telah menjadi perhatian semua orang dalam survei sampel yang dilakukan oleh dokter di JK Lone Hospital di Jaipur, Indi.
• Viral Pria ini Tweet Ikan yang Memiliki Bibir Seksi, Warganet: Seksi Betul
Survei dilakukan pada 203 anak, untuk mempelajari dampak dari penguncian ataupun anjuran di rumah aja selama masa pandemi COVID-19 pada kesehatan anak-anak.
Melansir dari Indian Times, menurut survei, sebanyak 65,2 persen siswa melaporkan masalah fisik, 23,40 persen mengalami kenaikan berat badan, 26,90 persen menderita sakit kepala / lekas marah dan 22,40 persen melaporkan sakit mata dan gatal-gatal.
• Atasi Kelangkaan Pupuk Pada MT Gadu, Ini yang Dilakukan Distannak Pijay
Faktanya, 70,70 persen siswa dengan intensitas memainkan gawai selama penguncian mengalami masalah perilaku, 23,90 persen melewatkan rutinitas harian mereka.
20,90 persen menjadi ceroboh, 36,80 persen menjadi keras kepala dan 17,40 persen melaporkan rentang perhatian anak semakin berkurang.
Penelitian ini disusun oleh Dr Ashok Gupta, Medical Superintendent & Profesor Senior, Departemen Pediatri.
Di bawah bimbingannya, penelitian ini dilakukan oleh Dr Ramesh Chaudhary, Dr Dhan Raj Bagri, Dr Kamlesh Agarwal, Dr Vivek Athwani dan Dr Anil Sharma.
Data untuk penelitian ini dikumpulkan menggunakan platform elektronik media sosial dan kuesioner.
Kuisioner dikirimkan kepada orang tua setelah mereka memberikan persetujuan, dan informasi tentang anak-anak sebanyak 55 persen laki-laki dan 45 persen perempuan.
• Senator Fachrul Razi Tirukan Radio Rimba Raya “Indonesia Masih Ada, Indonesia Masih Ada”
Kuisioner itu dibagikan kepada orang tua yang tinggal di beberapa kota di Rajasthan termasuk Jaipur, Jodhpur, Kota, Udaipur, Ajmer, Ganganagar, Bhilwara, Sikar Churu, Alwar, Hanumangarh, Nagaur, Bharatpur.
Data juga dikumpulkan dari beberapa kota di luar Rajasthan, seperti Delhi dan NCR, Kolkata, Mumbai, Agra, Lucknow, Chandigarh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/anak-kecanduan-gadget.jpg)