Kisah Kopassus Mencari Putra Miliarder AS di Hutan Papua, Bikin Deg-degan Dikepung Suku Kanibal

Kabar kematian Rockfeller dengan cara yang sangat tragis itu menjadi perhatian dunia termasuk rumor bahwa Rockfeller telah dimakan oleh suku asing.

montase berbagai sumber
Kopassus (kanan), di tahun 1964 pernah terlibat perang langsung menghadapi pasukan elit Inggris, SAS di belantara Kalimantan. 

SERAMBINEWS.COM - Kisah nyata pernah terjadi dan dialami oleh satuan elite TNI AD, Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Dilansir oleh Intisari.com, prajurit Kopassus diberikan sebuah misi setelah ditemukannya jasad Rockfeller yang hanya berupa sepotong kaki masih mengenakan sepatu.

Berdasarkan sepatu itulah, sepotong kaki tersebut dikenali sebagai jasad dari mendiang.

Kabar kematian Rockfeller dengan cara yang sangat tragis itu pun menjadi perhatian dunia internasional termasuk rumor bahwa Rockfeller telah dimakan oleh suku terasing yang tinggal di hutan belantara Papua Nugini.

Prabowo Perbaiki Kerah Enzo Zenz Allie, Taruna Akmil Keturunan Perancis Ini Ingin Gabung Kopassus

Inilah 6 Pasukan Elite dalam Jajaran TNI, Dari Kopassus, Denjaka hingga Tontaipur

Kopassus Hari Ini Berusia 68 Tahun, Ini Sejarah dan Cikal Bakal Pasukan Elite Korps Baret Merah

Rumor tentang keberadaan suku pemakan manusia itu tak hanya beredar di Papua Nugini namun juga menyebar ke kawasan pedalaman Irian Barat (Papua).

Personil Kopassus Pernah Dikepung Etnis Pedalaman Papua dengan Tombak Terhunus ketika cari suku pemakan manusia. (ilustrasi)
Personil Kopassus Pernah Dikepung Etnis Pedalaman Papua dengan Tombak Terhunus ketika cari suku pemakan manusia. (ilustrasi) (Kompas.com/BARRY KUSUMA)

Pada tahun 1960-an daerah Papua tersebut memang masih merupakan hutan lebat yang belum terjamah.

Pada 5 Mei 1969 meski rumor tentang keberadaan suku pemakan manusia di pedalaman Papua masih santer, sekitar 7 anggota pasukan baret merah (RPKAD/Kopassus), 5 anggota Kodam XVII Cenderawasih Papua dan tiga warga asing yang juga kru televisi NBC, AS serta satu wartawan TVRI, Hendro Subroto melaksanakan ekspedisi ke Lembah X yang berlokasi di lereng utara gunung Jayawijaya.

Tim ekspedisi yang berjumlah total 16 orang itu dipimpin oleh personel RPKAD Kapten Faisal Tanjung sebagai Komandan Tim dan Lettu Sintong Panjaitan sebagai Perwira Operasi.

Lokasi ekspedisi disebut sebagai Lembah X dan berada di lereng utara Gunung Jayawijaya yang berpemandangan elok sekaligus merupakan tempat yang belum pernah dijamah oleh manusia dari luar.

Suku setempat masih dikenal sebagai suku yang sangat terasing dan dimungkinkan merupakan suku yang masih memakan manusia seperti yang dialami oleh Rockfeller.

Halaman
1234
Editor: Said Kamaruzzaman
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved