Breaking News:

Berita Banda Aceh

Ini Prioritas Utama Dinas Pendidikan Aceh bIla Diberlakukan Sistem Belajar Tatap Muka

Untuk memulai sekolah dengan sistem belajar tatap muka di fase transisi new normal, Dinas Pendidikan Aceh, sangat memprioritaskan faktor kesehatan....

SERAMBINEWS.COM/MISRAN ASRI
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Rachmat Fitri HD MPA. 

 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

 

SERAMBINEWS.COM ,BANDA ACEH - Untuk memulai sekolah dengan sistem belajar tatap muka di fase transisi new normal, Dinas Pendidikan Aceh, sangat memprioritaskan faktor kesehatan dan keselamatan peserta didik, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, serta masyarakat.

Hal itu betul-betul harus menjadi perhatian utama, bila sistem belajar tatap muka nantinya dijalankan di kabupaten/kota di Aceh yang masuk ke dalam zona hijau.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Rachmat Fitri HD MPA yang dihubungi Serambinews.com, Rabu (8/7/2020).

Menurutnya, prinsip kebijakan pendidikan memasuki masa transisi new normal, tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan, meliputi peserta didik, tenaga pendidik. Lalu tenaga kependidikan, keluarga, serta masyarakat dan hal tersebut menjadi prioritas utama.

“Tahun ajaran memang dimulai bulan Juli ini, tepatnya di tanggal 13 Juli 2020 dan itu sudah tidak bergeser sesuai kalender pendidikan. Tapi, untuk sistem belajar tatap muka di sekolah-sekolah, tetap harus menunggu rekomendasi dan keputusan dari gugus tugas nasional,” ungkap Kadisdik Aceh ini.

Menurutnya, status daerah zona hijau, sebagai satu-satunya zona yang diizinkan untuk menerapkan sistem pembelajaran tatap muka, tetap harus mengikuti protokol kesehatan serta aturan yang ketat. Kesiapan dimaksud mulai penyediaan wastafel portable dan hand sanitizer hingga penyediaan tes suhu, serta mewajibkan masker, dan menghindari kerumunan.

 Kemudian untuk bisa mendukung sistem belajar tatap muka tersebut, Dinas Pendidikan juga harus menempatkan tim-tim satgas di setiap sekolah untuk memastikan semua kesiapan itu sudah lengkap dan mengikuti protokol kesehatan.

Bukan hanya itu saja, setiap kepala cabang dinas pendidikan di kabupaten/kota juga harus mendapatkan rekomendasi dari gugus tugas kabupaten/kota untuk bisa menjalankan sistem belajar face to face.

Kalau ada penolakan dari tim gugus tugas kabupaten/kota, sistem belajar tatap muka, juga tidak dapat dilakukan di sebuah sekolah tersebut, meski sudah ada kesiapan protokol kesehatan yang lengkap. Bukan hanya itu, bila ada wali murid yang keberatan anaknya ikut dalam belajar tatap muka, didasari oleh rasa kekhawatiran dan rasa takut, hal tersebut juga sah-sah saja dan tidak bisa dipaksakan harus ikut belajar.

“Untuk berbagai kesiapan itu, jika diterapkan sistem belajar tatap muka, kami dari Dinas Pendidikan Aceh juga sudah turun ke seluruh kabupaten/kota di Aceh dan melihat semua kesiapan itu di sekolah-sekolah. Dari seluruh sekolah di kabupaten/kota itu memang ada sekolah yang sudah sangat siap menjalankan sistem belajar tatap muka. Lalu ada yang masih dalam persiapan serta ada yang belum siap,” demikian Kadisdik Aceh, Drs Rachmat Fitri HD MPA.(*)

Pembobol Bank Rp 1,7 Triliun Ditangkap di Serbia, Besok Pagi Tiba di Indonesia

Pemimpin Hizbullah Sebut Dubes AS untuk Lebanon Seperti ‘Penguasa Militer’

Ini Alasan Anggota DPRK Abdya Serahkan Uang Rp 2,4 Miliar kepada Oknum Karyawati Bank

Penulis: Misran Asri
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved