Update Corona di Langsa
Pengusaha Tenda & Dekorasi Pelaminan di Langsa Pertanyakan Apa Sudah Boleh Pesta, Ini Jawaban DPRK
Mereka mempertanyakan ke DPRK apakah pesta sudah dibolehkan di masa new normal ini.
Penulis: Zubir | Editor: Mursal Ismail
Mereka mempertanyakan ke DPRK apakah pesta sudah dibolehkan di masa new normal ini.
Laporan Zubir | Langsa
SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Puluhan pemilik usaha atau pengusaha sewa tenda (teratak) dan dekorasi pelaminan, Jumat (10/7/2020) mendatangi Gedung DPRK Langsa.
Mereka mempertanyakan ke DPRK apakah pesta sudah dibolehkan di masa new normal ini.
Pasalnya, mereka mengeluh selama wabah pandemi covid-19 sejak berapa bulan lalu usaha mereka macet total.
Pasalnya, tentu karena pemerintah sudah sekitar empat bulan tak membolehkan adanya acara keramaian, termasuk pesta pernikahan dan sunatan Rasul.
Oleh karena itu, dengan tidak adanya yang menyewa tenda dan dekorasi pelaminan, otomatis pemasukan atau pendapatan mereka menjadi morat-marit.
• Polresta Banda Aceh Akan Siagakan Personel Patroli Kota untuk Mengantisipasi Aksi Balap Liar
• Duka Pedagang Pasar Inpres Lhokseumawe yang Hilang Lapak Dilalap Api, Seperti Apa Kisah Mereka?
• Anak Mantan Gubernur GAM Pidie Jadi Kakanwil Kemenag Aceh, Dilantik oleh Menag, Ini Programnya
Wakil Ketua I DPRK Langsa, Saifullah, yang dihubungi Serambinews.com, menyampaikan kedatangan para pemilik usaha sewa teratak dan dekorasi pelaminan ini disambut Ketua DPRK Langsa, Zulkifli Latief.
Kemudian juga Wakil Ketua II, Ir Joni dan dirinya sebagai Wakik Ketua II.
Selain itu, Ketua Komisi III, Drh Rubian Harja, Wakil Ketua Komisi III, Jefry Santana, dan Anggota Hj Sri Keumala Nurli SE.
Selain itu, Asisten II Pemko Langsa, Is Said Mahdum Majid, perwakilan Polres Langsa, Kodim 0104/Atim, MAA, dan lainnya.
Menurut Saifullah, inti kedatangan pemilik usaha sewa tenda dan dekorasi pelaminan ini, mempertanyakan apakah usaha mereka sudah bisa dijalankan dan masyarakat sudah dibolehkan membuat acara.
Pasalnya, menurut mereka sebagian warga akhir-akhir ini sudah ada yang membuat acara pesta dan diharapkan hal itu juga dibolehkan kepada semua masyarakat lainnya.
Dengan demikian perputaran ekonomi, termasuk untuk mereka kembali bisa jalan.