Breaking News:

Teror Gajah

Petugas BKSA Aceh Bersama Relawan Usir Kawanan Gajah Liar di Pidie Jaya

Setelah berkonsultasi dengan camat/anggota Muspika, petugas kepolisian dari Mapolres setempat serta sejumlah masyarakat, terutama menyangkut cara dan

Penulis: Abdullah Gani | Editor: Ansari Hasyim
Foto: Dokumen BKSDA Aceh
Tim yang melakukan penggiringan gajah liar di kawasan Tiro Sigli. 

Laporan Abdullah Gani I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Sejumlah petugas dari Balai Konservasi Daya Alam (BKSDA) Aceh
bersama belasan relawan gampong, Jumat (10/7/2020) malam mengusir sekawanan gajah di kawasan
Alue Paku dan Panton Limeng Gampong Aki Kecamatan Bandarbaru, Pidie Jaya.

Pengusiran dilakukan dengan membakar mercon. Kegiatan tersebut dikomandoi Muspika setempat dan
kini mulai membuahkan hasil.

Camat Bandarbaru, Drs Muhammad kepada Serambinews,com
menyebutkan, upaya itu dilakukan menyusul turunnya sejumlah petugas BKSDA pada Jumat (10/7/2020).

Setelah berkonsultasi dengan camat/anggota Muspika, petugas kepolisian dari Mapolres setempat serta sejumlah masyarakat, terutama menyangkut cara dan strategi yang akan ditempuh, lalu malamnya
mereka langsung menuju tempat dimana gerombolan gajah selama ini berada.

Tim menghalau gajah, lanjut camat, hanya dengan menggunakan mercon.

Setelah beberapa jam dilakukan dengan menelusuri hutan pedalaman Bandarbaru, akhirnya diketahui belasan ekor gajah liar yang sebelumnya menguasai kawasan Alue Paku serta Panton Limeng berhasil dihalau ke pegunungan atau hutan belantara.

Viral Medsos - Tiga Hari Liburan di Pantai, Wanita Ini Pulang dengan Kulit Wajah Gosong

Ini Chat Pertama Rey Mbayang yang Bikin Dinda Hauw Setujui Ajakan Taaruf Hingga Menikah

Bayar Kurban Secara Online, Bagaimana Hukumnya? Simak Penjelasan Buya Yahya

“Alhamdulillah sekarang ini gajah liar sudah menjauh dari kawasan Aki Neungoh dan warga pun lega,”
kata Camat Bandarbaru kepada Serambinews.com melalui telepon seluluer kemarin.

Walau pun begitu, tim relawan yang mayoritas para pemuda setempat yang dibentuk beberapa hari
tetap siaga kemungkinan “Po Meurah” itu kembali turun kembali ke wilayah tersebut.

Jika gajah liar kembali muncul, maka dengan berbekal mercon relawan gampong dan kecamatan
menyatakan siap “berperang”, kata camat.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved