Corona Serang Dunia

Di Tengah Pandemi Corona, Rumah Sakit Krisis Para Medis, Banyak Bayi Baru Lahir Meninggal

Rumah sakit tersebut terlihat sangat padat, di mana bayi-bayi yang baru saja dilahirkan, meninggal di bangsal bersalin akibat kekurangan tenaga medis.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Mursal Ismail
BBC.COM
Di salah satu sudut Rumah Sakit Livingstone, Afrika Selatan memperlihatkan beberapa ekor tikus menjilati dan meminum apa yang diduga darah manusia dari sebuah kubangan. 

Dalam satu foto yang sangat menakutkan yang diambil di RS Livingstone memperlihatkan beberapa ekor tikus menjilati dan meminum apa yang diduga darah manusia dari sebuah kubangan.

Sejumlah petugas kebersihan melakukan mogok kerja, sehingga staf perawat dan dokter ahli bedah terpaksa membersihkan rumah sakit, kata seorang dokter di rumah sakit itu.

salah satu sudut koridor Rumah Sakit Dora Nginza
salah satu sudut koridor Rumah Sakit Dora Nginza (BBC.COM)

Beberapa dokter di Rumah Sakit Dora Nginza di Port Elizabeth dibiarkan mengalami stress dan trauma setelah bangsal bersalin menjadi medan prtempuran (kewalahan).

Beberapa ibu dan bayi meninggal dalam waktu singkat karena kekurangan tenaga kesehatan untuk menanganinya.

Wanita hamil harus menunggu berhari-hari untuk dilakukan tindakaan operasi, kadang-kadang mereka terpaksa berbaring di lorong-lorong rumah sakit.

Rusia Berhasil Uji Coba Vaksin Covid-19 Pertama, Menurut Riset Hasilnya Aman

Alami Kerusakan Organ Hati, Wanita Rohingya Masih Dirawat di Rumah Sakit PMI Aceh Utara

"Saya secara pribadi terlibat dalam pemulasaran dua bayi yang meninggal dan tahu ada lebih banyak lagi," kata seorang petugas medis kepada BBC.

 "Ini sangat tidak biasa. Ibu dan bayi meninggal setiap minggu di rumah sakit. Ini sama sekali tidak pernah terdengar dan tidak dapat diterima," katanya.

Kedua rumah sakit telah dilanda oleh membludaknya pasien dan kurangnya staf.

Tangkap layar kondisi tempat tidur pasien yang mengerikan di salah satu rumah sakit di Kota Port Elizabeth, Afrika Selatan
Tangkap layar kondisi tempat tidur pasien yang mengerikan di salah satu rumah sakit di Kota Port Elizabeth, Afrika Selatan (BBC.COM)

Sementara itu kasus kematian virus corona di Afrika Selatan relatif sedikit yakni 4.453 - jumlah kasus dan kematian setiap hari meningkat tajam.

Laporan terakhir pada hari Kamis, kasus konfirmasi positif virus corona di Afrika Selatan mencapai 311.049 orang.

Rumah sakit itu mulai mempekerjakan binatu untuk membersihkan rumah sakit.

Staf kebersihan dan beberapa perawat mogok kerja di Port Elizabeth karena berbagai keluhan.

WHO Minta Dunia Tidak Politisasi Pembukaan Kembali Sekolah

WHO Rilis Pedoman Baru Protokol Kesehatan: Ventilasi di Gedung hingga Pakai Masker di Ruangan

Ini telah membuat situasi yang sulit di Rumah Sakit Livingstone, di mana tidak ada manajemen senior selama lebih dari satu setengah tahun.

Cole Cameron dari Igazi Foundation, sebuah organisasi non-pemerintah kesehatan setempat, mengatakan kepada BBC bahwa sistem perawatan kesehatan telah "runtuh" ​​setelah bertahun-tahun korupsi, dan masalah staf dan keuangan.

Dokter Thobile Mbengashe, sekretaris jenderal Departemen Kesehatan Provinsi Eastern Cape, mengakui masalah tersebut.

Ia mengatakan bahwa “mereka (Rumah sakit itu) kembali ke tahun-tahun yang kekurangan dana di bawah pemerintahan kulit putih,”. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved