Berita Luar Negeri
Erdogan: Intervensi Terhadap Hagia Sophia Berarti Pelecehan Terhadap Kemerdekaan Turki
Pesiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menegaskan, pengubahan fungsi situs bersejarah tersebut adalah masalah kedaulatan negaranya.
"Saya berharap semuanya dapat menghormati keputusan yang diambil oleh Pengadilan Tinggi dan Badan Eksekutif Turki terkait Hagia Sophia," tegas Erdogan.
SERAMBINEWS.COM, YERUSSALEM - Turki berhasil mengubah Hagia Sophia menjadi masjid pada Jumat (10/7/2020) pekan lalu.
Pesiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menegaskan, pengubahan fungsi situs bersejarah tersebut adalah masalah kedaulatan negaranya.
• Kisah Perjuangan Anak Tukang Pangkas di Aceh Lulus Akademi Militer TNI
• Arab Saudi Masukkan Enam Nama dan Kelompok Sebagai Teroris
• Keluarga Ambil Paksa Jenazah Korban Covid-19 di RSUZA, Dimakamkan Secara Normal di Kajhu
Dalam situs resmi Kepresidenan Turki, Erdogan mengatakan, kebangkitan Hagia Sophia menandai pembebasan Masjid Al-Aqsa dari Israel.
Karena itu, Erdogan berjanji akan membebaskan Masjid Al-Aqsa dari cengkraman Israel.
“Kebangkitan Hagia Sophia adalah jejak kehendak umat Islam di seluruh dunia yang akan datang.
• 15-16 Juli Matahari Tepat di Atas Kabah, Kemenag Nagan Raya Ajak Cek Arah Kiblat
• Empat Tersangka Dibawa dari Jakarta ke Kejari Aceh Utara, Ini Kasusnya
• Data BPS: Aceh Bukan Lagi Daerah Termiskin di Sumatera, Ini Provinsi Termiskin di Sumatera
Kebangkitan Hagia Sophia adalah kebangkitan api harapan umat Islam dan semua yang salah, tertindas, dan dieksploitasi," kata Erdogan, dikutip Serambinews.com dari The Jerusalem Post, Rabu (15/7/2020).
The Jerusalem Post juga menulis, pidato Erdogan dalam bahasa Turki, itu diterjemahkan sedikit berbeda ke bahasa Arab dan bahasa Inggris.
Pernyataan Erdogan dalam bahasa Arab mengatakan bahwa mengubah Hagia Sophia menjadi masjid adalah bagian dari "kembalinya kebebasan ke Al-Aqsa."
Artinya, Israel harus dikeluarkan dari kendali Kota Tua Yerusalem di mana Masjid Al-Aqsa berada.
Erdogan mengaitkan keputusan untuk menghidupkan kembali Islam dari Bukhara di Uzbekistan ke Andalusia di Spanyol.
• Kamera Dasbor Merekam Petugas Polisi Selamatkan Nyawa Bayi Berusia 3 Minggu
• Pasien Covid-19 di RSUD Langsa Sembuh, Sudah Diperbolehkan Pulang
• Liga 1 2020 Dilanjutkan di Tengah Pandemi Covid-19, PSSI Minta Suporter Tak Datang ke Stadion
“Kebangkitan Hagia Sophia adalah seruan baru kami sebagai bangsa Turki dan Muslim kepada seluruh umat manusia,” ujar Erdogan, dikutip dari Anadolu Agency.
“Seperti semua masjid lain, Hagia Sophia akan terbuka untuk masyarakat Turki, orang asing baik itu muslim maupun non-muslim,” timpalnya.
Presiden Turki itu menambahkan, Hagia Sophia akan terus merangkul semua orang dengan status barunya sebagai masjid dengan cara yang jauh lebih tulus.
• Salah Paham Soal Cewek, Remaja Lhokseumawe Tusuk Teman Sendiri Pakai Rencong, Begini Kronologinya
• Viral Pria ini Disebut Mirip Shah Rukh Khan, Ternyata Aslinya Diluar Dugaan
• Adik Bungsu Kecelakaan Hingga Hilang Tempurung Kepala, Kakak Beradik Tolak Tawaran Kerja
"Saya berharap semuanya dapat menghormati keputusan yang diambil oleh Pengadilan Tinggi dan Badan Eksekutif Turki terkait Hagia Sophia," tegas Erdogan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/presiden-turki-recep-tayyip-erdogan-5.jpg)