Breaking News:

Sains

Peneliti LIPI Temukan 'Kecoak Laut Raksasa' Pertama di Perairan Indonesia

Kecoak laut raksasa itu merupakan jenis baru krustasea (udang-udangan) Bathynomus raksasa yang pertama dari laut Indonesia.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Safriadi Syahbuddin
INSTAGRAM/@lkcnhm
Kecoak Laut Raksasa Pertama di Perairan Indonesia antara LIPI dan National University of Singapore. 

SERAMBINEWS.COM – Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berhasil menemukan kecoak laut raksasa pertama di perairan Indonesia.

Kecoak laut raksasa itu merupakan jenis baru krustasea (udang-udangan) Bathynomus raksasa yang pertama dari laut Indonesia yang berhasil dideskripsikan pada tahun ini.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI, Cahyo Rahmadi mengatakan penemuan jenis baru Bathynomus raksasa ini dinilai menjadi capaian penting keilmuan, khususnya dalam bidang ilmu taksonomi.

“Penemuan jenis baru merupakan capaian besar seorang taksonomis," kata Cahyo.

"Apalagi jenis spektakuler dari sisi ukuran bahkan ekosistem dimana jenis tersebut ditemukan,” tambahnya dalam sebuah pernyataan yang diterima Serambinews.com, Kamis (16/7/2020).

Cahyo menjelaskan, penemuan jenis baru ini mengingatkan kita betapa besar potensi keanekaragaman hayati Indonesia yang belum terungkap.

Soal Fenomena Matahari di Atas Kabah, Ahli Falak Sebut Sains Terkait Ibadah Juga Penting

Sejumlah Fakta Unik Tentang Kecoak, Spesies Paling Kuno yang Pintar Beradaptasi

“Masa depan pengungkapan keanekaragaman hayati Indonesia berkejaran dengan laju kepunahan jenis dan mungkin juga taksonom sebagai garda terdepan,” ujar Cahyo.

Disebutkan, lokasi penemuan berada di Selat Sunda dan selatan Pulau Jawa pada kedalaman 957-1259 meter di bawah permukaan laut.

Penemuan jenis baru Bathynomus raksasa ini telah dipublikasikan pada jurnal ZooKeys tanggal 8 Juli 2020.

Spesimennya dikoleksi pada kegiatan ekspedisi South Java Deep Sea Biodiversity Expedition (SJADES) yang merupakan ekspedisi LIPI bersama National University of Singapore dengan koordinator penelitian Dwi Listyo Rahayu dan Peter Ng pada tahun 2018.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved