Penyair Sapardi Djoko Damono Tutup Usia, Berikut Kumpulan Puisi Romantis Ciptaannya
Penyair kelahiran Solo 80 tahun silam ini menutup usia pada pukul 09.17 WIB, Minggu(19/7) pagi.
Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari kita lupa untuk apa.
"Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?" tanyamu.
Kita abadi.
Tak hanya puisi Yang Fana Adalah Waktu, ada juga puisi Aku Ingin yng juga menjadi favorit para penikmat puisi.
Berikut puisi lengkpanya:
Aku Ingin
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Kemudian ada puisi milik pujangga asal Solo ini yang berjudul Hujan Bulan Juni.
Dari keterangan Kemdikbud RI, puisi ini berdasarkan pengalaman masa muda saat berada di Yogyakarta dan Surakarta (Solo).
Juni-Juli merupakan masa libur mahasiswa.
Sapardi Djoko Damono selalu menjalani Juni yang kemarau dan kering dan tak pernah merasakan hujan di bulan-bulan itu.
Kumpulan puisi Hujan Bulan Juni Sapardi Djoko Damono diterbitkan pada 1994.