Breaking News:

Pinjaman Online Marak dan Sangat Berbahaya, Waspadalah Sebelum Jadi Korban, Simak Tips dari OJK

Masyarakat perlu berhati-hati dengan maraknya tawaran pinjaman online atau pinjol di tengah-tengah situasi sulitnya ekonomi akibat pandemi Covid-19.

ilustrasi 

Dia juga menuturkan, dari beberapa laporan pengaduan yang ada, trik yang kerap digunakan pinjol adalah tindakan yang tak melalui persetujuan terlebih dahulu.

Seperti misalnya seseorang melakukan kontak dengan fintech landing ilegal, kemudian ia menyadari bahwa bunga terlalu besar sehingga dirinya membatalkan.

Akan tetapi pembatalan itu tak bisa dilakukan, sehingga tanpa persetujuan transaksi pinjaman tetap terjadi. Contoh lain pinjam 1 juta, tapi tanpa pemberitahuan uang yang cair Rp 600.000, dipotong 40 persen tanpa pemberitahuan.

Selain itu masalah jangka waktu, ada yang persetujuan 1-2 bulan akan tetapi kenyataan yang terjadi hanya 2 minggu.

“Seberapapun kebutuhan masyarakat akan uang, jangan sekali-kali masuk ke pinjaman online ilegal. Karena penderitaan dan bahayanya akan dalam,” ujar dia.

Tips Penting Terkait Pinjaman Online

Tongam menjelaskan, ada beberapa tips yang harus diperhatikan masyarakat ketika akan memutuskan meminjam melalui pinjaman online.

Yang pertama adalah, masyarakat harus memastikan apakah fintech landing tersebut terdaftar di OJK dengan melihat di daftar website resmi OJK di ojk.go.id Dia menyebut saat ini ada 158 penyedia pinjaman online yang terdaftar di OJK.

Selain itu, Tongam juga mengimbau agar masyarakat meminjam sesuai dengan kebutuhan sehingga tidak kepicut dengan tetangga yang membeli macam-macam barang, serta menghidari pay later yang nantinya bisa memberatkan.

Serta saat meminjam sebaiknya memperhatikan kemampuannya dalam membayar.

“Jangan meminjam untuk menutupi pinjaman lama. Nanti akan semakin dalam gali lubangnya. Usahakan hanya untuk kebutuhan mendesak,” kata Tongam.

Selain itu dia menyarankan agar pinjaman bersifat produktif, yakni digunakan untuk kegiatan yang dapat meningkatkan perekonomian.

Terakhir pahami terlebih dahulu risiko, serta kewajibannya.

“Jangan setelah meminjam baru menyesal, karena meminjam ini adalah hubungan perdata dengan yang memberi pinjaman. Jadi sekali kita tunduk ya kita sendiri yang bertanggung jawab jadi jangan menundukkan diri pada kegiatan-kegiatan yang merugikan kita,” ujar dia.

Adapun bagi masyarakat yang saat ini sudah terlanjur meminjam pada pinjaman online ilegal dia mengatakan agar masyarakat sebisa mungkin segera membayar hutangnya dan jangan dibiarkan berlarut-larut.

Kemudian apabila kemampuan membayar ternyata tidak ada maka upayakan meminta restrukturisasi berupa pengurangan cicilan, bunga atau perpanjangan jangka waktu sesuai kemampuan.

“Jika sudah diteror dan mendapat perbuatan tak menyenangkan kami mendorong masyarakat untuk lapor polisi supaya dilakukan proses hukum,” tuturnya.

Lebih lanjut pihaknya menyebut, model pinjol saat ini telah berkembang sehingga masyarakat harus cermat. Jika dahulu banyak melalui aplikasi playstore, kini berkembang melalui link SMS, Instagaram, Facebook dan media sosial.

Info Lowongan Kerja di BNI, Terbuka bagi Fresh Graduate, Ini Syarat Lengkapnya

Brimob Semprot Disinfektan di Sekolah dan Penampungan Rohingya di Lhokseumawe

Disperindag Aceh Gelar Pasar Murah di Sabang, Ini Jadwal dan Lokasinya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Waspada Maraknya Pinjaman Online saat Pandemi Corona, Simak Tips dari OJK Berikut Ini..."

Editor: Faisal Zamzami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved