Selasa, 21 April 2026

Luar Negeri

Menderita Radang Kantong Empedu, Raja Salman Dirawat di Rumah Sakit

Kantor berita itu tidak merincikan kesehatan Raja Salman dan pemeriksaan apa yang telah dilakukan oleh tim dokter.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Mursal Ismail

Pengalaman Salman dalam menjalin hubungan internasional, termasuk dengan negara-negara Barat, selama menjabat sebagai gubernur Riyadh turut menjadi pertimbangan pengangkatannya selaku menteri pertahanan.

Selaku Menteri Pertahanan, Salman melanjutkan kebijakan kerajaan dalam mengintervensi situasi di Bahrain yang tengah diguncang gerakan anti-pemerintahan.

Sebagai pemimpin sektor pertahanan, Salman turut meningkatkan kekuatan pertahanan Arab Saudi.

Arab Saudi Masukkan Enam Nama dan Kelompok Sebagai Teroris

Selama dijabat olehnya, pada 2013, pengeluaran kerajaan Arab Saudi di bidang militer mengalami peningkatan yang luar biasa, hingga mencapai 67 miliar dollar AS.

Salman juga yang kemudian memimpin militer Arab Saudi untuk bergabung bersama dengan AS dan negara Arab lainnya, membentuk koalisi untuk melawan organisasi teroris ISIS di Irak dan Suriah pada 2014.

Menjadi Pangeran Mahkota

Pangeran Salman bin Abdulaziz resmi diangkat sebagai pangeran mahkota pada 18 Juni 2012, menyusul kematian pangeran mahkota sebelumnya, Pangeran Nayef.

Dia juga ditunjuk menjadi Wakil Pertama Perdana Menteri.

Penunjukkan Pangeran Salman sebagai pangeran mahkota dipandang sejumlah pihak sebagai upaya Raja Abdullah untuk meneruskan reformasi di Arab Saudi.

Pangeran Salman juga diyakini akan lebih fokus pada peningkatan ekonomi negara daripada melakukan perubahan politis.

Pejabat PBB: Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Tersangka Utama Pembunuhan Jamal Khashoggi

Pada 27 Agustus 2012, Pengadilan Kerajaan mengumumkan bahwa Pangeran Salman ditunjuk untuk menjalankan tugas urusan negera selama Raja Abdullah keluar negeri.

Selama menjadi pangeran mahkota, Pangeran Salman juga dikenal dengan kedermawanannya terhadap negara-negara Muslim yang miskin, seperti Somalia, Sudan, Bangladesh, dan Afghanistan.

Naik Takhta

Pada 23 Januari 2015, saat berusia 79 tahun, Pangeran Salman resmi naik takhta, menggantikan kakak tirinya, Abdullah, yang meninggal karena pneumonia.

Setelah dinobatkan sebagai raja Arab Saudi, Raja Salman menunjuk saudara tirinya, Pangeran Muqrin sebagai putra mahkota.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved