Luar Negeri
Menderita Radang Kantong Empedu, Raja Salman Dirawat di Rumah Sakit
Kantor berita itu tidak merincikan kesehatan Raja Salman dan pemeriksaan apa yang telah dilakukan oleh tim dokter.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Mursal Ismail
Melansir dari Kompas.com, Salman bin Abdulaziz lahir pada 31 Desember 1935.
Dia diyakini sebagai anak ke-25 dari Raja Ibnu Saud dengan Putri Hassa binti Ahmad Al-Sudairi.
Salman memiliki enam saudara kandung, yang bersama mereka kemudian dikenal sebagai Sudairi Seven.
Tak banyak yang diketahui mengenai masa kecil Raja Salman, selain bahwa dia dibesarkan di Istana Murabba di Riyadh, salah satu bangunan bersejarah di ibu kota Arab Saudi yang memiliki luas hingga 16 hektare.
Sebagai seorang putra raja, Salman menjalani pendidikan di sekolah khusus pangeran di Riyadh yang didirikan khusus oleh Raja Ibnu Saud untuk menyediakan pendidikan bagi putra-putrinya.
• Plt Gubernur Aceh Temui Dubes Arab Saudi, Minta Tambah Kuota Haji, Begini Tanggapan Esam Abid
Di sekolah khusus itu, para keturunan keluarga kerajaan, termasuk Salman, memperoleh pendidikan milai dari agama, ilmu pengetahuan modern, hingga ilmu pemerintahan.
Memasuki Pemerintahan
Sebagai keluarga kerajaan, Salman telah memulai memasuki dunia pemerintahan Arab Saudi sejak masih berusia remaja.
Di usia 19 tahun, tepatnya pada 17 Maret 1954, dia ditunjuk menjadi wakil gubernur Provinsi Riyadh.
Jabatan itu ditempatinya selama sekitar satu tahun. Pada 5 Februari 1963, Salman ditunjuk untuk menjabat sebagai gubenur Provinsi Riyadh.
Posisi itu ditempatinya selama lebih dari 48 tahun.
Selama mengemban amanat sebagai gubernur Riyadh, Salman telah berhasil mengubah ibu kota kerajaan menjadi sebuah kota metropolis.
• Ibadah Haji Tahun Ini Digelar Terbatas, Arab Saudi Akan Denda Pendatang yang Masuk Makkah Tanpa Izin
Selama menjabat sebagai gubernur, Salman juga telah berperan dalam mempererat hubungan kerja sama antara Arab Saudi dengan sejumlah negara di kawasan Arab, seperti Kuwait, Bahrain, dan Qatar.
Pada 5 November 2011, Salman dipercaya untuk menjabat sebagai Wakil Kedua Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Arab Saudi.
Dia juga dimasukkan sebagai anggota Dewan Keamanan Nasional (NSC) pada hari yang sama.