Tepat Hari Ini, Hagia Sophia Gelar Salat Jumat Perdana sejak 86 Tahun Silam
Pelaksanaan ibadah salat Jumat di Hagia Sophia bisa dilakukan setelah bangunan bersejarah itu dialihfungsikan sebagai Masjid pada 10 Juli 2020 lalu.
SERAMBINEWS.COM - Hagia Sophia gelar salat Jumat pertama setelah 86 tahun, tepat hari ini, Jumat (24/7/2020).
Pelaksanaan ibadah salat Jumat di Hagia Sophia bisa dilakukan setelah bangunan bersejarah itu dialihfungsikan sebagai Masjid pada 10 Juli 2020 lalu.
Diberitakan Kontan dari BBC, kemungkinan sekitar seribu orang bakal mengikuti salat Jumat perdana di Hagia Sophia.
Meski digunakan untuk beribadah Muslim, lukisan, mosaik, dan ornamen Kristiani tetap dipajang di Hagia Shopia.
Berbagai ornamen itu hanya akan ditutup tirai selama ibadah berlangsung.
ILUSTRASI - Seorang pengunjung Turki berdoa di depan Apsis, bagian suci yang menghadap ke arah timur Hagia Sophia, pada 26 Juni 2020 di dalam museum Hagia Sophia di Istanbul. Pengadilan tinggi Turki dijadwalkan pada 2 Juli 2020 untuk memberikan vonis kritis pada status landmark landmark Istanbul yang menjadi museum masjid yang berubah menjadi masjid, Hagia Sophia, sebuah keputusan yang dapat mengobarkan ketegangan terutama dengan negara tetangga Yunani. Gedung abad keenam - sebuah magnet bagi para wisatawan di seluruh dunia dengan arsitekturnya yang menakjubkan - telah berfungsi sebagai museum sekuler sejak tahun 1930-an yang menjadikannya terbuka bagi umat beragama dari semua agama. (Ozan KOSE / AFP)
• Mengenal Sosok Muazin dan Imam yang akan Memimpin Shalat Jumat Perdana di Hagia Sophia
• Akan Rilis 28 Juli di Indonesia, Ini Bocoran Spesifikasi & Penampakan Realme C15
• Gara-gara Wanita Ini, Amerika Minta Konsulat China Tinggalkan AS dalam Waktu 72 Jam
Bangunan bersejarah ini memang memiliki keterkaitan dengan beragam budaya.
Dari simbol Kristen setelah didirikan oleh kaisar Bizantium Justinian I pada abad keenam, hingga lambang pengaruh luas Kekaisaran Ottoman Muslim.
Sejak saat itu Hagia Sophia telah menjadi jantung dari pertempuran ideologis dan politik berabad-abad yang lalu.
Setelah Fatih Sultan Mehmed II menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1453 dan membawa kota, yang kemudian dikenal sebagai Istanbul, ke dalam wilayah Islam, ia mengubah Hagia Sophia dari katedral jadi masjid.
Selama ratusan tahun, umat Muslim dari seluruh dunia berbondong-bondong untuk beribadah di sana.
Tetapi pada awal 1930-an, Mustafa Kemal Ataturk, pendiri republik Turki modern, menutup masjid dan mengubah bangunan itu menjadi museum sebagai bagian dari upayanya untuk mensekulerkan dan memodernisasi negara.
Nama Hagia Sophia juga diganti, kemudian dikenal sebagai Ayasofya.
• Posting Ceramah Ustadz Somad Soal Konten Sedekah, Baim Wong Tersentil: Apakah Sudah Benar Atau Belum
ILUSTRASI - Orang-orang mengunjungi museum Hagia Sophia pada 26 Juni 2020 di Istanbul. Pengadilan tinggi Turki dijadwalkan pada 2 Juli 2020 untuk memberikan vonis kritis pada status landmark landmark Istanbul yang menjadi museum masjid yang berubah menjadi masjid, Hagia Sophia, sebuah keputusan yang dapat mengobarkan ketegangan terutama dengan negara tetangga Yunani. Gedung abad keenam - sebuah magnet bagi para wisatawan di seluruh dunia dengan arsitekturnya yang menakjubkan - telah berfungsi sebagai museum sekuler sejak tahun 1930-an yang menjadikannya terbuka bagi umat beragama dari semua agama. (Ozan KOSE / AFP)
Sejak saat itu dorongan untuk mengembalikan Hagia Sohpia jadi masjid sejak terus meningkat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/museum-hagia-sophia-di-istanbul.jpg)