Berita Simeulue
Nelayan Simeulue Tengah Keluhkan Pendangkalan Kolam Tambat Perahu
Saat perahu masuk maupun keluar dari lokasi tambatan perahu, nelayan terpaksa turun dari perahu dan mendorong perahu mereka.
Penulis: Sari Muliyasno | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Sari Muliyasno | Simeulue
SERAMBINEWS.COM, SINABANG - Nelayan di Kecamatan Simeulue Tengah, Kabupaten Simeulue, tepatnya di Teluk Araban, mengeluh akibat dangkalnya kolam tambatan perahu.
Saat perahu masuk maupun keluar dari lokasi tambatan perahu, nelayan terpaksa turun dari perahu dan mendorong perahu mereka.
Seorang tokoh nelayan di Simeulue Tengah, Yardiman, kepada Serambinews.com, Senin (27/7/2020) mengatakan bahwa tambatan perahu di Teluk Araban, Kampung Aie, kondisinya saat ini sudah dangkal dengan kedalaman tidak lagi mencapai 50 centimeter lagi saat air surut.
"Sebelum turun melaut atau saat pulang melaut nelayan harus tolong menolong mendorong perahu. Karena kalau tidak turun dari perahu, kipasnya (baling-baling) mesin perahu akan sangkut di batu atau pasir," ujar Yardiman, mewakili nelayan setempat.
Untuk itu, pihaknya berharap Pemkab Simeulue atau melalui dinas terkait dapat memperhatikan kondisi kolam tambatan perahu milil nelayan di kawasan itu.
"Nelayan tidak tahu mengeluh kemana lagi. Kalau nelayan harus patungan mengeruk kolam tidak sanggup. Jangankan patungan biaya, untuk (kebutuhan) di rumah saja jauh dari kata cukup," pungkasnya.(*)
• Masyarakat Peduli Gayo Datangi Gedung Dewan, Minta Pansus Desak Bupati Shabela Cabut Laporan Polisi
• Jokowi Sebut 8 Provinsi Penyumbang Terbesar Covid-19 di Indonesia, DKI Jakarta hingga Sumatera Utara
• Beri Motivasi kepada Pemain Timnas Indonesia, Begini Pesan Ketua Umum PSSI
• Pria 15 Tahun Setubuhi Adik Kandung yang Masih SD, Korban Hamil dan Kini Telah Melahirkan Bayi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/doronkprahu.jpg)