Breaking News:

Berita Sabang

Kemenag Aceh Gelar Rakor Sinkronisasi Data dan Program Pesantren  

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh menggelar rapat koordinasi Sinkronisasi Data dan Program Pondok Pesantren selama tiga hari...

For Serambinews.com
Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh menggelar rapat koordinasi Sinkronisasi Data dan Program Pondok Pesantren selama tiga hari, 26 - 28 Juli 2020 di Sabang. 

Muhammad Nasir I Banda Aceh

 

Serambinewd.com, Sabang - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh menggelar rapat koordinasi Sinkronisasi Data dan Program Pondok Pesantren selama tiga hari, 26 - 28 Juli 2020 di Sabang. Kegiatan ini dihadiri para Kepala Bidang di lingkungan Kanwil, pesertanya terdiri dari Kepala Kemenag kabupaten/kota, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kasi Pendidikan Agama Islam (Pendis) dan Kasi Pendidikan Agama Islam dan Keagamaan Islam (Pakis) se-Aceh.

Kakanwil Kemenag Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg saat membuka kegiatan mengatakan mengurus pesantren merupakan pekerjaan berat, namun tugas mulia. "Karenanya kita harus sama-sama serius dalam melakukan dan mengikuti berbagai pembinaan agar implementasi regulasi dapat berjalan sesuai dengan aturan yang telah diatur oleh pemerintah." kata Iqbal.

Dikatakannya, saat ini di Aceh terdapat 1.207 pondok pesantren dengan jumlah santri 243.890 orang, madrasah diniyah takmiliyah 404 lembaga jumlah santri 24.172 orang, dan TPQ 5.027 lembaga dengan jumlah santri 275.562, tersebar di seluruh kabupaten kota di Aceh.

Iqbal mengharapkan pejabat yang menangani pendidikan diniyah dan pondok pesantren di semua level harus mengetahui karakteristik pekerjaannya mulai dari hulu sampai hilir.

"Jangan sampai ada pejabat yang kurang pro-aktif dalam menangani permasalahan kelembagaan pesantren seperti tidak terdatanya lembaga maupun santri dalam data Emis pusat yang mengakibatkan santri tidak mendapatkan dana Program Indonesia Pintar (PIP)," kata Iqbal.

Dihempas Ombak Saat Masuk ke Muara Kuala Baru, Perahu Rosdi Karam, Begini Nasib Sang Nelayan

Berdasarkan Gambar Citra Satelit, Iran Pindahkan Kapal Induk AS Tiruan ke Selat Hormunz

Menurutnya, PIP bagi sebagian santri merupakan bantuan untuk memenuhi hajat hidupnya selama pendidikan di pesantren. Begitu pula untuk perizinan pesantren, MDT dan TPQ, saudara harus mampu memahami dengan membaca dan mengikuti petunjuk teknis yang ada.

Menurutnya, kekuatan IT dan pemanfaatannya hari ini dapat membantu mengembangkan pesantren menjadi lebih baik, didukung dengan data yang akurat.

"Karenanya, data itu sangat penting dan membantu kita dalam bekerja, data itu harus valid, apalagi saat ini seluruh data memiliki aplikasinya, itu merupakan tugas kita semua yang membina pondok pesantren untuk memberitahu, mengajarkan dan mengawasi agar pondok pesantren mandiri dalam pendataan," tambah Iqbal.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved