Jumat, 12 Juni 2026

Kasus Corona di Aceh Meningkat

19 Orang Positif Covid-19, Rumah Sakit Muyang Kute Bener Meriah Ditutup Selama 14 Hari  

Rumah Sakit Daerah (RSUD) Muyang Kute, Kabupaten Bener Meriah mulai hari ini, Rabu (29/7/2020) ditutup untuk umum selama 14 hari....

Tayang:
Penulis: Budi Fatria | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Rumah Sakit Daerah (RSUD) Muyang Kute, Kabupaten Bener Meriah mulai hari ini, Rabu (29/7/2020) ditutup untuk umum selama 14 hari ke depan. 

 

 

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG – Rumah Sakit Daerah (RSUD) Muyang Kute, Kabupaten Bener Meriah mulai hari ini, Rabu (29/7/2020) ditutup untuk umum selama 14 hari.

Penutupan itu dilakukan setelah sebanyak 19  warga di Bener Meriah terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil uji swab yang dikeluarkan oleh Laboratorium Balitbangkes Aceh.

Dari 19 orang tersebut, sebanyak 12 orang diantaranya merupakan petugas kesehatan dan dokter yang bertugas di RSUD Muyang Kute, Kabupaten Bener Meriah.

Sekda Bener Meriah, Drs Haili Yoga MSi saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (29/7/2020) menyampaikan, pihaknya baru saja selesai rapat dengan Forkopimda dan Forkopimda Plus, seluruh SKPK, Camat dan Kepala Puskesmas se Kabupaten Bener Meriah.

Disebutkannya, rapat tersebut dalam rangka menyikapi situasi yang terjadi pada saat ini di Kabupaten Bener Meriah.

“Kita semua terkejut, hari ini kami bersepakat apapun yang kami lakukan adalah kesepakatan bersama,” ujar Sekda.

BREAKING NEWS-Dalam Sehari Bertambah 45 Pasien Corona di Aceh,Terbanyak Bener Meriah,Total 238 Kasus

Seorang Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Meninggal Dunia di RSUCM Aceh Utara

Lanal Lhokseumawe Uji Terampil Personel Glagaspur di Markas Komando, Ini Tujuannya

Kata Sekda, mulai hari ini, semua pelayanan di RSUD Muyang Kute untuk sementara waktu ditutup dan dilakukan sterilisasi untuk seluruh ruangan.

Sementara itu, bagi pasien yang menurut dokter PJP sudah sehat, ujar Sekda, mereka langsung dipulangkan, dan bagi yang belum sehat, masih dilanjutkan perawatan, seperti pasien gangguan jiwa.

“Selama pelayanan IGD ditutup, pelayanan akan dialihkan sementara ke salah satu puskesmas yang nanti ditunjuk,” sebut Sekda Bener Meriah, Haili Yoga.

Ia menambahkan, khusus ruang IGD, diusahakan selambat-lambatnya tiga hari ke depan, pelayanan akan dibuka kembali, namun jika ada kendala akan diberitahukan lebih lanjut kepada masyarakat. 

Yang terpenting saat ini, kata Haili Yoga, dari hasil tracking, mereka yang pernah kontak erat dan keluarga pasien, akan diusahakan untuk dilakukan isolasi. Terutama bagi warga yang pernah kontak dengan pasien dan keluarga pasien sambil menunggu hasil tes swab dari Balitbangkes Aceh.

Sekda Bener Meriah itu juga menambahkan, terkait pelaksanaan shalat Idul Adha 1441 Hijriah tahun 2020,  akan ada pembatasan di beberapa kampung dalam wilayah Kabupaten Bener Meriah.

“Bagi kampung yang diperbolehkan melaksanakan Shalat Idul Adha 1441 Hijriah, panitia wajib menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan jaga jarak,” tegas Sekda Bener Meriah, Haili Yoga. 

Mualem Lakukan Pertemuan dengan Pangdam IM, Bahas Soal Rencana Pulangkan Warga Aceh di Malaysia

Haili Yoga menambahkan,  khusus tempat-tempat keramain, seperti hari pekan, untuk sementara ditutup karena sangat memungkinkan untuk berkumpulnya massa dan rentan  terhadap penyebaran Covid-19. 

“Terkait pelaksanaan hari meugang, pedagang dan masyarakat harus mengikuti protokol kesehatan,” tambahnya.

Sebelumnya, Direktur RSUD Muyang Kute, dr Sritabahhati mengatakan, pihaknya merencanakan menutup operasional Rumah Sakit Munyang Kute selama 14 hari sesuai masa inkubasi virus corona. Masa Inkubasi adalah masa mulai dari masuknya bibit penyakit hingga berkembang biak serta menimbulkan gejala.

"Tapi kita juga akan melihat perkembangannya, kita harapkan mungkin kita bisa memberikan pelayanan lebih cepat,” harapnya.

 Menurutnya penutupan rumah sakit itu guna untuk mengisolasi semua petugas medis dan pegawai rumah sakit tersebut.

“Isolasi ini kita lakukan supaya tracking terhadap yang kontak erat dengan pasien itu lebih maksimal,” jelasnya.

Ia menambahkan, terkait pasien terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab direncanakan akan diisolasi di satu tempat seperti di BLK Pante Raya atau Rumah Sakit Muyang Kute dan akan dipilah-pilah sesuai kondisinya.

 "Kalau kondisi pasien tersebut baik-baik saja diisolasi di BLK, dan kalau pasien ada sakit penyerta diisolasi di Rumah Sakit Muyang Kute, serta kalau pasien dengan gejala sakitnya lebih berat akan kita rujuk ke RSUZA,” jelasnya.

Sementara, Kadis Kesehatan Bener Meriah, Iswahyudi menyebutkan, berdasarkan hasil tracking untuk pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bener Meriah tersebar di enam kecamatan, diantaranya di Kecamatan Bukit, Bandar, Wih Pesam, Bener Kelipah, Timang Gajah, dan Kecamatan Permata.

Iswahyudi juga menambahkan, terkait Puskesmas di Kabupaten Bener Meriah untuk sementara hanya melayani bagi pasien yang emergency (darurat).

Dandim 0106/Aceh Tengah-Bener Meriah, Letkol Inf Valyan Tatyunis juga mengatakn, pihaknya siap membackup untuk proses tracking warga yang kontak erat dengan pasien Covid-19 karena ada beberapa masyarakat yang mungkin belum paham untuk masalah tracking ini mereka ada yang tidak mau menjalani tes swab, padahal tujuannya sangat baik untuk mereka dan keluarganya.

 “Intinya dari pihak keamanan bersama tim kesehatan maupun dari pemda, akan membackup untuk pelaksanaan tracking ini,” tegasnya.(*)

Setelah Cekik Istrinya Hingga Mati, Pria Ini Ditemukan Tewas Gantung Diri Dalam Penjara

Liga 1 2020 Dipusatkan di Yogyakarta, PT Liga Indonesia Temui Kapolda

Pemerintah Aceh Terima Barrier Sebagai Pembatas Pergerakan Gajah Liar

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved