Breaking News:

Berita Abdya

Warga Abdya Tidak Persoalkan Harga Daging Meugang Mencapai Rp 200 Ribu/Kg, Karena Anggap Itu Tradisi

Tingginya harga jual daging segar itu dipicu lantaran para pedagang membeli kerbau dan sapi kepada para peternak dengan harga sangat mahal.

Serambi Indonesia
Seorang pedagang menimbang daging meugang untuk dijual kepada pembeli di pinggir Jalan T Iskandar, Gampong Padang Hilir Susoh, Abdya, Rabu (29/7/2020). 

Laporan Rahmat Saputra | Abdya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Penjualan daging meugang di Abdya sudah dimulai pada Rabu (29/7/2020) pagi hari ini.

Padahal Pemkab Abdya telah menetapkan hari meugang menyambut menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah itu jatuh pada Kamis (30/7/2020) besok.

Walau belum masuk hari meugang sesuai ketetapan pemerintah, namun harga jual daging meugang tetap tinggi seperti hari meugang tahun-tahun sebelumnya.

Tingginya harga jual daging segar itu dipicu lantaran para pedagang membeli kerbau dan sapi kepada para peternak dengan harga sangat mahal. Seekor kerbau bisa dijual dengan harga Rp 20 juta hingga Rp 30 juta lebih per ekor.

Namun begitu, tingginya harga daging seperti tidak menjadi persoalan bagi konsumen. Hal ini seperti disampaikan seorang warga Gampong Padang Hilir, Kecamatan Susoh yang mengaku tidak menjadi persolan harga daging bisa mencapai Rp 200.000 per kilogram.

Tiga Pasien Terpapar Covid-19, RSU TP Abdya Isolasi Puluhan Tenaga Medis dan Kirim 64 Sampel Swab

Bupati Aceh Timur Minta Warga Galakkan Budidaya Ikan Bandeng, Ini Keuntungannya

Bupati Aceh Barat Antar Bantuan Masa Panik Kepada Korban Banjir

“Bagaimana pun kondisi harganya tetap akan dibeli oleh masyarakat. Kalau pun ada yang menjual harga lebih mahal lagi, juga akan dibeli. Inilah yang namanya tradisi yang sudah turun temurun,” tutur Herman di lokasi pemotongan hewan pinggir jalan kawasan Desa Padang Hilir, Kecamatan Susoh, Rabu pagi.

Bukan hanya di Susoh, tarif harga daging juga sama di lokasi pemotongan hewan lainnya, baik di Kecamatan Blangpidie, Pasar Tanjong Bunga, Kecamatan Tangan-Tangan termasuk di Kedai, Kecamatan Manggeng.

“Puncak pembelian daging meugang itu akan berlangsung besok, Kamis. Tapi hari ini juga sudah ada yang memotong kerbau, jadi saya langsung beli sekarang saja,” tuturnya.

Seorang penjual daging meugang di Susoh, Azhar mengaku, tingginya harga jual itu lantaran harga satu ekor kerbau bisa mencapai Rp 30 juta lebih dengan taksiran isi daging mencapai 160 kilogram.

"Kalau dihitung-hitung, paling laba yang kita dapat hanya di tulang dan kulit serta sebagian isi dalamannya. Kalau isinya sudah habis untuk modal saja. Makanya harga daging masih tetap senilai Rp.200 ribu perkilo," ulasnya.

Joko Sudirman, Ketua Karang Taruna Aceh Tamiang Terpilih Secara Aklamasi

Banjir di Sultan Daulat Mulai Surut, Jalan Nasional Kembali Normal

Ketua TP PKK Subulussalam Bantu Balita Pengidap Anemia

Biasanya, lanjut Azhar, harga daging bisa saja turun seiring waktu. Jika dibeli pagi, harga daging masih mencapai Rp 200.000, tapi pada saat sudah memasuki pukul 10.00 WIB dan seterusnya, harga daging mulai turun secara perlahan hingga mencapai Rp.120 ribu perkilo. "Ini juga risiko, kalau kurang pembeli maka kita jual murah, biar tidak rugi besar," pungkasnya.(*)

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved