Berita Pidie

Pidie Catat Calon Jamaah Haji Terbanyak Gagal Berangkat ke Tanah Suci Tahun 2020

data Kankemenag Pidie mencatat Kecamatan Pidie terbanyak calon jamaah haji (calhaj) yang gagal berangkat ke tanah suci tahun 2020

ANTARA FOTO/SAUDI PRESS AGENCY/HANDOUT VIA REUTERS
Umat Muslim memakai masker pelindung dan menjaga jarak sosial melakukan Tawaf mengelilingi Ka'bah dalam musim Haji di tengah pandemi penyakit virus korona (COVID-19) di kota suci Mekah, Arab Saudi, Jumat (31/7/2020). 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Data dari Kantor Kementrian Agama (Kankemenag) Pidie mencatat Kecamatan Pidie terbanyak calon jamaah haji (calhaj) yang gagal berangkat ke tanah suci tahun 2020.

Dari total 379 calhaj, ternyata calhaj Kecamatan Pidie yang gagal menunaikan ibadah haji berjumlah 48 orang.

Gagalnya calhaj berangkat ke tanah suci akibat penyebaran Covid-19.

"Jumlah calhaj di Kecamatan Pidie yang gagal berangkat ke tanah suci 48 orang," sebut Kepala Kantor Kementrian Agama (Kankemenag) Pidie, Abdullah MAg, melalui Kasie Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Pidie, M Yusuf, kepada Serambinews.com, Minggu/02/08/2020).

Agar Anak Bisa Ikut Belajar Online, Ibu Jual Perhiasan Pernikahan untuk Beli TV

Ia menjelaskan, Kecamatan Kota Sigli tercatat diurutan kedua terbanyak calhaj berjumlah 46 orang.

Lalu, Kecamatan Batee 3 orang, Delima 9 orang, Grong-Grong 4 orang, Glumpang Baro 26 orang dan Glumpang Tiga 32 orang.

Berikutnya, Geumpang 2 orang, Indrajaya 18 orang, Kembang Tanjong 10 orang, Mila 8 orang, Muara Tiga (Laweung) 8 orang, Mutiara 30 orang dan Mutiara Timur 23 orang.

Kemudian, Padang Tiji 7 orang, Peukan Baro 24 orang, , Sakti 22 orang, Simpang Tiga 27 orang, Tangse 10 orang, Tiro/Truseb 7, Titeu 8 orang dan Keumala 4 orang.

Untuk tahun 2020 Kecamatan Mane, sebutnya, tidak ada calhaj yang berangkat ke Mekkah menunaikan ibadah haji.

Dokter Dijuluki Dr Death, Karena Bunuh dan Buang Mayat ke Sungai Ada Buaya, Jual Organ Korban

Ia menambahkan, dari 379 calhaj Pidie, tercatat satu calhaj Pidie yang telah berumur 107 tahun yang bernama Husen bin Hasyem warga Gampong Paya Dua, Kecamatan Peukan Baro.

"Calhaj tertua itu harus dipapah keluarganya karena kondisi tubuh telah tua sekali.

Makanya, Husen bin Hasyem didampingi anaknya saat menunaikan ibadah haji.

Tapi, tahun 2020 ditunda berangkat karena Covid-19," jelasnya. (*)

20 Warga Terpapar Corona, Bupati Abdya Tunggu Kajian Teknis Tutup Sementara RSU Teungku Peukan

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved