Jurnalisme Warga

Secangkir Kopi Aren di Bukit Cinta

KALI ini saya ingin cerita tentang sebuah destinasti wisata yang sederhana tapi ‘ceudah’ membahana, yakni menikmati secangkir kopi aren di Bukit Cinta

Editor: bakri
zoom-inlihat foto Secangkir Kopi Aren di Bukit Cinta
IST
MUHADI KHALIDI, M.Ag., Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry dan Anggota Komunitas Menulis Pematik, melaporkan dari Aceh Tenggara

Oleh karenanya, perlu kerja sama yang intens antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga dengan baik agar kawasan tersebut menjadi kawasan wisata yang benar-benar dikunjungi oleh semua orang karena keindahan alam dan daya tarik kulinernya, bukan untuk tujuan kemudaratan. Bukan saja orang dewasa, tapi anak-anak juga ikut menikmati keasrian Bukit Cinta tersebut. Baik keasrian dalam konteks alamnya maupun keasrian dalam orientasi akhlak para pengunjungnya.

Itu semua bisa diterapkan dengan konsep wisata islami, yaitu satu konsep yang mengedepankan nilai-nilai Islam dalam setiap aktivitasnya, Perlu diketahui bahwa kegiatan wisata islami tidak boleh lari dari prinsip-prinsip Islam yang berlaku secara umum. Sebagai contoh,  konsep budaya yang diterapkan seperti membuang sampah pada tempatnya, adanya tempat ibadah yang memadai, tempat pemandian yang memisahkan laki-laki dan perempuan, itu adalah bagian dari wisata islami. Adapun yang perlu dipahami dari konsep wisata islami adalah tidak dilarang orang-orang nonmuslim berkunjung. Hal ini perlu dimaklumi, mengingat di Agara masyarakatnya sangat heterogen, tidak seluruhnya muslim. Toh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Agara bisa mengeluarkan protokol wisata religi agar objek wisata di kabupaten ini maslahat untuk semua. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved