Harga Kopi Gayo
Dihempas Pandemi Covid-19, Harga Kopi Arabika Gayo Anjlok
Menurutnya, untuk proses dari awal pengusulan sampai dengan persetujuan diterbitkannya izin pengelolaan dan penggunaan ketiga gudang tersebut,
Penulis: Mahyadi | Editor: Ansari Hasyim
Sebelumnya, daerah penghasil kopi arabika tersebut, hanya memiliki dua gudang yang berfungsi sebagai SRG.
Namun seiring dengan terbitnya izin pengelolaan serta izin penggunaaan tiga gudang lagi untuk SRG dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), sehingga jumlahnya menjadi lima.
Satu merupakan milik pemerintah dan empat lagi milik pihak swasta. Dengan adanya penambahan tersebut, akan membantu para petani di masa pandemi Covid-19.
“Aceh Tengah ini, menjadi daerah terbanyak yang memiliki gudang untuk menjalankan Sistem Resi Gudang,” kata Kepala Bagian Penguatan dan Pemberdayaan SRG Bappebti, Yuli Eko Sugiarto di sela penyerahan surat izin pengelolaan tiga gudang SRG kepada Bupati Aceh, Shabela Abubakar, di Kota Takengon, Rabu (15/7/2020) lalu.
Yuli Eko Sugiarto yang dikenal dengan sapaan YES ini, menjelaskan, sebelumnya ada tujuh gudang serta yang diusulkan untuk dijadikan sebagai tempat pengelolaan SRG, namun hanya tiga yang memenuhi syarat.
“Dari tujuh, menjadi empat. Tapi setelah melewati proses, sehingga hanya tersisa tiga PT Meukat Komuditi Gayo, Koperasi KSU Arinagata dan Koperasi Gayo Megah Berseri,” jelasnya.
Menurutnya, untuk proses dari awal pengusulan sampai dengan persetujuan diterbitkannya izin pengelolaan dan penggunaan ketiga gudang tersebut, membutuhkan waktu sampai satu bulan setengah.
“Ini merupakan gerak cepat yang kami lakukan, apalagi di tengah penyebaran pandemi Covid-19. Mungkin, Aceh Tengah menjadi daerah terbanyak yang memiliki gudang SRG di Indonesia,” tuturnya.
Untuk di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah, sudah memiliki enam gudang yang menjalan SRG, lima di Aceh Tengah san satu di Bener Meriah dan dimungkinkan berpontensi jumlahnya bisa bertambah dengan adanya beberapa yang gudang ingin menjadi SRG.
“Keberadaan SRG ini, bisa mengawal, apabila terjadi pandemi seperti sekarang ini, harga komoditi jatuh dan minimal ada solusi dengan keberadaan SRG,” ucapnya.
Dia menambahkan, di tengah penyebaran Covid-19, banyak sekali permintaan daerah maupun pelaku usaha untuk menerapkan sistem resi gudang. Sebagai contoh, para nelayan tetap mencari ikan, namun pembeli tidak ada, serta kargo tidak jalan.
“Solusinya, adalah SRG. Makanya, kemarin kami percepat ada 13 izin penggunaan gudang untuk cold storage. Belum lagi rumput laut. Nah, mudah-mudahan dengan adanya penambahan gudang untuk SRG bisa menjaga kopi arabika Gayo,” imbuhnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kopi-93939.jpg)