Senin, 11 Mei 2026

Harga Kopi Gayo

Dihempas Pandemi Covid-19, Harga Kopi Arabika Gayo Anjlok

Menurutnya, untuk proses dari awal pengusulan sampai dengan persetujuan diterbitkannya izin pengelolaan dan penggunaan ketiga gudang tersebut,

Tayang:
Penulis: Mahyadi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/MAHYADI
Ketua Koperasi Ketiara, Rahmah memantau kondisi buah kopi arabika Gayo yang masih hijau lantaran belum memasuki masa panen. 

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah 

SERAMBINEWS.COM, TAKENGOH - Harga kopi arabika Gayo sudah sejak beberapa bulan terakhir belum juga membaik seiring masih adanya wabah virus corona (Covid-19).

Komoditi unggulan masyarakat di wilayah tengah Provinsi Aceh itu, sempat anjlok lantaran hampir sebagian besar negara importir meminta penundaan pengiriman.

Beberapa buyer (pembeli) kopi arabika Gayo seperti di Amerika, sebelumnya meminta untuk menunda pengiriman lantaran banyak roaster, serta kafe di negara importir tutup karena adanya wabah Covid-19.

Penundaan tersebut, berdampak pada rendahnya daya beli di tataran lokal sehingga harga menjadi anjlok.

Sampai dengan saat ini, harga kopi arabika Gayo belum juga stabil. Sebelum adanya Covid-19, harga kopi arabika Gayo untuk jenis ready ekspor, bisa menyentuh harga mulai Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu perkilogramnya.

Namun saat ini, hanya sekitar Rp 54 hingga Rp 58 ribu per kilogramnya.

Ketua Koperasi Ketiara, Rahmah yang dihubungi Serambinews.com, Sabtu (8/8/2020) menyebutkan, kondisi harga kopi arabika Gayo untuk saat ini, bisa dikatakan yang terburuk sejak beberapa tahun terakhir.

Sanggar Oloh Guwel Lolos Kurasi, Wakili Aceh ke Festival Musik Tradisional Indonesia

ODP di Abdya Bertambah Satu Orang, 32 Traveler Masih Diisolasi

“Hampir seluruh negara, saat ini murah membeli kopi. Itu karena dampak dari penyebaran Covid-19,” kata Rahmah.

Tapi, sebut Rahmah, kondisi saat ini, diuntungkan dengan masuknya masa jeda panen kopi, sehingga di kalangan petani hampir sebagian besar belum menjual hasil produksinya karena belum panen.

“Jadi, dari bulan Juni sampai dengan sekarang, kami tidak ada membeli kopi karena belum panen. Nanti di bulan Oktober, baru masuk masa panen,” jelasnya.

Rahmah yang juga salah seorang eksportir kopi arabika Gayo dengan tujuan pasar Amerika, mengaku masih tetap melakukan pengiriman kopi. 

“Kami tidak pernah menunda pengiriman. Besok dan akhir Agustus nanti, kami masih melakukan pengiriman,” ungkap Rahmah.

Penambahan Gudang SRG

Seperti diberitakan sebelumnya, Kabupaten Aceh Tengah menjadi salah satu daerah terbanyak yang memiliki gudang untuk menjalankan Sistem Resi Gudang (SRG) pada komoditi kopi arabika Gayo.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved