Rabu, 13 Mei 2026

Berita Aceh Barat

Pendulang Emas Jadi Sepi di Krueng Woyla, Khawatir Jadi Korban Longsor Susulan

Aktivitas mendulang emas di Daerah Aliran Sungai (DAS), Krueng Woyla, Desa Kuala Bhee, Kecamatan Woyla, Aceh Barat, sepi pada Sabtu (8/8/2020)

Tayang:
Penulis: Sadul Bahri | Editor: M Nur Pakar
Foto: Kirman Jai
Warga mengevakuasi korban longsor di Desa Kuala Bhee, Kecamatan Woyla, Aceh Barat, Jumat (7/8/2020). 

Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Aktivitas mendulang emas di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Woyla, Desa Kuala Bhee, Kecamatan Woyla, Aceh Barat, sepi pada Sabtu (8/8/2020).

Kondisi itu terjadi, seusai seorang satu pendulang emas perempuan tertimbun longsor.

Hal itu menjadi alasan pendulang emas berhenti sementara, khawatir menjadi korban longsor susulan.

Dilaporkan, suasana di DAS Krueng Woyla sepi, tidak ada warga yang mencari butiran emas tepat berada di belakang Kantor Koramil Woyla di Kuala Bhee.

Mayoritas pendulang emas secara tradisional tersebut semuanya kaum wanita, dan aktivitas tersebut terjadi hanya pada tahun 2020 ini saja.

Jarak lokasi tersebut dari Ibu Kota Meulaboh, Aceh Barat ke Kuala Bhee sekitar 37 km .

DAS Krueng Woyla merupakan salah satu sungai yang memiliki kandungan emas hingga ke hulu kawasan Kecamatan Sungai Mas.

Aktivitas tersebut banyak diburu oleh masyarakat untuk mendapatkan butiran emas yang bisa mereka jual untuk menambah pundi-pundi rupiah.

Tragis, Mendulang Emas di Krueng Woyla, Seorang Wanita Meninggal Tertimbun Longsor

Nelayan Aceh Barat Sepakat Liburan Panjang, Harga Ikan Melambung

Empat Jamaah Tabligh di Aceh Barat Tolak Jalani Rapid Test, Satu Orang Reaktif

“Mereka yang mencari emas dengan cara mengindang atau mendulang di Kuala Bhee itu, kebanyakan warga dari luar desa kita dan semuanya perempuan,” jelas Said Adnan, Keuchik Kuala Bhee Woyla kepada Serambinews.com, Sabtu (8/8/2020).

Disebutkan, aktivitas penambangan emas secara tradisional itu baru berjalan tahun 2020 ini saja.

Namun pihaknya tidak mengetahui berapa besar hasil yang diperoleh oleh para penambang itu setiap hari.

Akan tetapi menurutnya hasil tetap diperoleh, sebab banyak orang yang datang dari luar desanya yang bekerja di daerah itu.

“Kalau jumlah banyaknya yang mereka dapatkan dari hasil mendulang emas kita tidak tahu, namun hasilnya pasti ada," katanya.

Dikatakan, jika tidak ada hasil, maka tidak mungkin terus bekerja disana.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved