Breaking News:

Pahlawan Nasional

Bupati Bener Meriah Usulkan Aman Njerang dan Aman Rasum Pang Akub sebagai Pahlawan Nasional

Bupati Sarkawi menjelaskan, Aman Njerang berjuang membebaskan Negeri Gayo dari penindasan penjajahan selama lebih kurang 20 tahun (1902 1903 Oktober

SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Surat usulan Bupati Bener Meriah. 

Laporan Fikar W Eda I Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Bupati Bener Meriah Tgk H.Sarkawi mengusulkan Aman Njerang dan Aman Rasum atau Pang Akub sebagai Pahlawan Nasional.

Usulan disampaikan bupati dalam surat kepada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah ditembuskan kepada Ketua DPR Aceh, Ketua DPRK Bener Meriah, Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh dan Kepala Dinas Sosial Bener Meriah. Surat usulan tersebut tertanggal 14 Juli 2020.

Bupati Sarkawi menjelaskan, Aman Njerang berjuang membebaskan Negeri Gayo dari penindasan penjajahan selama lebih kurang 20 tahun (1902 1903 Oktober 1922) secara terus menerus tidak pernah tertangkap dan tidak pernah menyerah hingga akhir hayat.

Begitu juga Aman Rasum (Pang Akub) berjuang selama 35 tahun, berjuang bersama Aman Njerang selama lebih kurang 20 tahun dan melanjutkan perjuangan memimpin pasukan selama lebih kurang 15 tahun.

"Berdasarkan bukti-bukti tertulis, menurut hemat kami ke dua pejuang (Aman Njerang dan Pang Akub) layak diusulkan sebagai Pahlawan Nasional/ Pahlawan daerah. Untuk itu kami mohon kepada Bapak Plt Gubemur agar dapat kiranya memfasilitasi pendalaman informasi dan verifikasi data sesuai dengan peraturan perundang-undangan agar kedua tokoh dimaksud dapat diusulkan ke pemerintah pusat sebagai Pahlawan Nasional," ujar Bupati Sarkawi.

Bupati yang juga seorang ulama dan akrab disapa Abuya Sarkawi ini, mempersilakan menjalin komunikasi lebih lanjut terkait data laniutan tentang kedua sosok pahlawan tersebut, dengan Zulfikar Ahmad, ST, yang juga Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Bener Meriah.

Anggota DPRK Abdya Menilai Masih Banyak Kepala Sekolah Lawan Kepala Dinas, Ini Indikasinya

Tim Pengamat Hama Pangan Distanpang Pidie Temukan Penyebab Cabai Mati Layu, Ini Tujuh Solusi

Satu Lagi Dosen Unsyiah Positif Covid-19

"Skiranya dibutuhkan data lanjutan, seperti buku-buku pada masa kolonial atau referensi dalam bentuk digital dapat menghubungi saudara Zulfikar Ahmad," ujar bupati.

Bersama surat usulan tersebut ikut dilampirkan kliping koran berbahasa Belanda yang terbit 1916 sampai publikasi terbit 1927.

Ikut disertakan gambar senjata pedang milik Aman Njerang yang sudah diserahkan pihak Belanda kepada Gubernur Aceh Abdullah Puteh pada 2003 melalui Yayasan Dana Pocut di Negeri Belanda.

Senjata pedang milik Aman Njerang itu dibawa ke Belanda oleh Letnan Jordans saat memimpin pasukan ke Gayo. Jordan yang meninggal pada tahun 2000 mewasiatkan kepada putrinya agar mengembalikan pedang Aman Njerang itu kepada Museum Aceh. (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved