Breaking News:

Update Corona di Aceh

Respons Cepat Permohonan Unsyiah, BNPB Beri Bantuan Medis Rp 1,58 Miliar

Alhamdulillah, baru kemarin saya minta langsung ditanggapi dan dikirimkan barangnya. Ini respons pusat yang luar biasa cepatnya," kata Prof Samsul Ri

HUMAS UNSYIAH
Rektor Unsyiah Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng memutuskan memperpanjang kuliah online terkait kondisi penyebaran virus corona (Covid-19) di Aceh dan di tingkat nasional. 

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng merasa sangat senang dan bersyukur di pengujung minggu ini.

Soalnya, permohonan Unsyiah minta bantuan peralatan medis untuk pemeriksaan Covid-19 direspons dengan sangat cepat oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jenderal Doni Monardo.

"Alhamdulillah, baru kemarin saya minta langsung ditanggapi dan dikirimkan barangnya. Ini respons pusat yang luar biasa cepatnya," kata Prof Samsul Rizal kepada Serambinews.com di Banda Aceh, Minggu (9/8/2020) sore.

Kegembiraan dan rasa syukur Rektor Unsyiah itu berawal dari surat yang ia kirimkan ke Kepala BNPB, Jenderal Doni Monardo di Jakarta pada 7 Agustus 2020.

Viral Kalah Taruhan dengan Suami, Wanita Ini Pakai Topeng Chewbacca Saat Melahirkan

Pembelajaran di Tengah Pandemi; Ruang Digital Banyak Kendala, Tatap Muka Perlu Persetujuan

Dalam surat bernomor B/3733/UN11/KP.11.00/2020 itu Rektor Unsyiah memohon bantuan reagan RT-PCR pemeriksaan Coronavirus Desease-19 (Covid-19).

Dikirim tanggal 7 Agustus, esoknya langsung mendapat tanggapan menggembirakan dari Kepala BNPB yang saat ini menjabat Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pusat.

"Syukur kepada Allah atas quick response dari Jenderal Doni Monardo, Kepala BNPB. Pada tanggal 8 Agustus kemarin paket bantuan yang diminta Unsyiah langsung
dikirimkan, berupa bantuan logistik dan peralatan untuk Fakultas Kedokteran Unsyiah," kata Samsul sembari menambahkan bahwa dukungan ini semata-mata dalam rangka mendukung penangangan Covid-19 di Aceh.

Konflik Israel-Palestina Kini Nyaris Tak Lagi Dipikirkan Dunia, AS Jelas-jelas Pilih Kasih

Cegah Transmisi Lokal Covid-19, Pemkab Aceh Besar Kumpulkan 30 Ulama dari MPU

Adapun bantuan hibah barang dari BNPB itu sebagai berikut:

  1. PCR sebanyak 5.000 test, nilainya Rp 900.000.000,00;
  2. RNA sebanyak 6.000 tes, nilainya Rp 480.000.000,00;
  3. VTM untuk 5.000 tes, nilainya Rp200.000.000,00.

"Total bantuan hibah tersebut sebanyak 1.580.000.000 rupiah," sebut Prof Samsul.

Menurut Samsul, bantuan BNPB itu
diserahkan ke Unsyiah atas nama Kepala BNBP oleh Direktur Optimalisasi Jaringan Logistik dan Peralatan BNPB, Ibnu Asur.

Sedangkan penerimanya sebagai pihak kedua adalah Dekan Fakultas Kedokteran Unsyiah.

Viral Video Detik-detik Serangan Roket Terlihat Saat Ledakan di Beirut, Benarkah? Ini Faktanya

BREAKING NEWS: Dua PNS di Aceh Singkil Positif Corona

Dengan adanya bantuan dari BNPB tersebut, kata Samsul Rizal, maka Lab Penyakit Infeksi FK Unsyiah semakin terjamin lagi kontinuitasnya dalam melakukan pemeriksaan Covid-19 berbasis real time polymerase chain reaction (RT-PCR).

Dibanding rapid test, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lebih merekomendasikan PCR dalam menguji ada tidaknya virus corona di dalam spesimen lendir tenggorokan maupun lendir hidung seorang suspek Covid-19.

"Alhamdulillah, tenaga ahli kita di Unsyiah lebih dari cukup untuk menangani tugas penting ini. Kalau di tingkat lokal kita mampu melakukan pemeriksaan swab dengan hasil akurat, ngapain harus kirim spesimen ke tempat yang lebih jauh," kata Samsul. (*)

Penulis: Yarmen Dinamika
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved