Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Opini

Langkah India Mencari Vaksin Covid-19  

Pandemi telah menciptakan paranoid bagi umat manusia sehingga pencarian vaksin Covid-19 telah menjadi aktivitas tunggal paling ilmiah

Editor: bakri
IST
Raghu Gururaj Consul General of India to Sumatra, tinggal di Medan 

Oleh Raghu Gururaj  Consul General of India to Sumatra, tinggal di Medan

Pandemi telah menciptakan paranoid bagi umat manusia sehingga pencarian vaksin Covid-19 telah menjadi aktivitas tunggal paling ilmiah di antara komunitas peneliti di dunia. Pemerintah di seluruh dunia berusaha keras meningkatkan kegiatan penelitian mereka dalam mencari vaksin yang sulit dipahami ini.

Sejak melonggarkan kebijakan lockdown-nya, India telah menyaksikan peningkatan lonjakan infeksi setiap hari. Sampai saat ini, India telah melaporkan lebih dari 900.000 kasus positif dan 24.000 kematian. Tetapi angka-angka ini menunjukkan banyak sisi positif yakni: pemulihan nasional India terus meningkat.

Hari ini (25/07/2020) tingkat pemulihannya berada di 63,02%. India memiliki salah satu kasus Covid-19 terendah per juta populasi, yakni di angka 657 sedangkan rata-rata global adalah 1.638. Terhadap 3.11.565 kasus aktif, pemulihannya adalah 1,8 kali jumlah kasus aktif, yaitu 5.71.459 pasien sembuh.

Penurunan tingkat pertumbuhan kasus baru Covid-19 per hari telah berkurang dari 31% setiap hari di bulan Maret menjadi 3,24% di bulan Juli. Mungkin statistik terpenting menyangkut India adalah bahwa rasio kematian per juta adalah terendah, yakni 17,2 dimana rata-rata global adalah 73.

Terbesar di dunia

Saat ini, 23 percobaan klinis dalam mencari vaksin Covid-19 sedang berlangsung di seluruh dunia. Hasil awal dari uji klinis di Inggris, AS, Israel, dan Rusia telah meningkatkan harapan untuk vaksin coronavirus yang efektif. India telah membangun reputasi sebagai apotek global terbesar di dunia.

India juga adalah produsen obat generik terkemuka di dunia. Beberapa lembaga penelitian di India juga bekerja pada program-program terpisah untuk menemukan vaksin tersebut. Serum Institute of India adalah institusi penghasil vaksin terkemuka dan terbesar di seluruh dunia.

Tetapi di sini kita berbicara terobosan ilmiah dan penemuan baru. Jadi, sudah sampai mana upaya India? Dewan penelitian medis India atau Indian Council for Medical Research (ICMR) telah memimpin India dalam penelitian medis ilmiah selama beberapa tahun, dan selama pencarian vaksin Covid, ICMR telah berada di garis depan.

Pada bulan Juni, National Institute of Virology di bawah ICMR bekerja sama dengan Bharat Biotech Pt Ltd mengembangkan "COVAXIN", yang telah diizinkan pengawas obat-obatan India atau Drug Controller of India untuk melakukan uji klinis fase I & II pada sampel manusia.

Perusahaan farmasi swasta India lainnya, Zydus Cadila telah mengeluarkan vaksinnya sendiri yang disebut "ZyCOV-D" yang sebagian didanai Departemen Teknologi di bawah National Biopharma Mission of India. Perusahaan tersebut juga telah diizinkan oleh otoritas regulasi India untuk melakukan uji klinis pada manusia. Zydus Cadila telah memulai uji klinis Fase 1 dan 2 dari vaksin Covid-19 `ZyCoV-D, bulan ini.

Respons India

Sejak krisis coronavirus meletus, India telah berupaya melakukan pendekatan global terkoordinasi dalam mengatasi pandemi. India telah memasok 446 juta tablet Hydroxychloroquine dan 1,54 miliar tablet Paracetamol ke 133 negara, termasuk Indonesia, menuai pujian dari sejumlah pemimpin global. Krisis Covid-19 telah menunjukkan pentingnya kerja sama internasional dalam masalah kemanusiaan, dan India telah bekerja sama dengan negara-negara G20 dan WHO dalam menemukan cara mengawasi penyebaran virus corona.

Meskipun belum ada pengobatan khusus yang terbukti untuk virus corona novel, pasien di India diberikan obat-obatan yang berbeda-beda yang sebenarnya adalah mengobati penyakit lain. Ada beberapa perawatan yang saat ini telah terbukti untuk Covid-19, namun sebagian besar obat-obatan ini hanya membantu pasien yang sakit.

Sebagian besar pasien di India tidak menunjukkan gejala (OTG) dan berangsur sembuh tanpa pengobatan khusus dari para dokter di India. Namun, karena tidak adanya obat-obat spesifik untuk mengobati pasien Covid positif, India pada umumnya mengandalkan obat-obatan demam generik, Dexamethasone, Remdesivir dan pengencer darah, yang telah terbukti bermanfaat untuk kasus-kasus tertentu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved