Senin, 20 April 2026

Berita Bireuen

Bangunan PAUD dan Rumah di Peudada Ludes Dimangsa Api, Pemilik Sedang Berobat Saat Musibah Terjadi

Musibah yang terjadi pada Rabu (12/8/2020) sekitar pukul 14.45 WIB tersebut, juga menghanguskan satu rumah yang lokasinya berdempetan dengan PAUD itu.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
FOTO BPBD BIREUEN
Satu unit PAUD bersama satu rumah berdempetan di Desa Blang Kubu, Peudada, Bireuen ludes terbakar, Rabu (12/08/2020). 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Satu bangunan berkonstruksi kayu yang sejak 20 tahun lalu dijadikan sebagai lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Harapan Aneuk di Desa Blang Kubu, Peudada, terbakar.

Musibah yang terjadi pada Rabu (12/8/2020) sekitar pukul 14.45 WIB tersebut, juga menghanguskan satu unit rumah yang lokasinya berdempetan dengan PAUD tersebut.

Amatan Serambinews.com di lokasi, hanya beton bagian belakang rumah, dan ayunan permainan anak-anak, serta plang nama PAUD saja yang tersisa, lainnya ludes terbakar.

Informasinya, saat musibah terjadi pemilik rumah yang juga pimpinan PAUD Harapan Aneuk bernama Nurjati A Latif (58), sedang berobat ke Samalanga karena mengalami sakit sejak lama.

Di lokasi kejadian, tampak Kapolsek Peudada bersama sejumlah anggotanya, serta personel Koramil ikut bahu membahu membantu memadamkan api.

Dinsos Antar Bantuan Masa Panik kepada Korban Kebakaran di Peudada, Ini Musibah Kedua di Agustus

Ini Rangkaian Kegiatan Dalam Rangka HUT RI di Lhokseumawe, Minus Perlombaan dan Karnaval

Kakanwil Kemenag Aceh Janji Tertibkan KKN di Lingkungan Kementerian Agama

Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, Teguh Mandiri Putra SSTP kepada Serambinews.com, Rabu (12/8/2020), di lokasi kejadian mengatakan, pada saat kejadian pemilik rumah sedang berobat di Puskesmas Samalanga.

Tiba-tiba ada warga yang melihat api sudah membesar pada bangunan PAUD yang lokasinya di samping meunasah desa setempat.

Sejumlah warga dan bersama keuchik kemudian menghubungi pemadam kebakaran (Damkar) Bireuen untuk meminta bantuan. Saat kebakaran terjadi, puluhan warga juga berusaha memadamkan api sebisa mungkin.

Pemilik empat pintu toko yang bersebelahan dengan PAUD Harapan Aneuk juga berjibaku mengosongkan barang dari dalam tokonya ke seberang Jalan Nasional Banda Aceh-Medan.

Cepatnya mobil Damkar Bireuen tiba di lokasi berhasil menyelamatkan bangunan lain di berbagai sisi bangunan yang terbakar tersebut. Sedangkan PAUD yang menyatu dengan satu unit rumah ludes dimangsa api.

Doa-doa Nabi Ayyub AS yang Mustajab Dipanjatkan Saat Ditimpa Cobaan Berat dan Penyakit

Kenali, Bahaya Penyakit Bagi Orang yang Sering Marah-marah, Simak Penjelasannya

Ini Waktu Pelaksanaan Puasa Tasua dan Puasa Asyura, Simak Keistimewaan Muharram

“Ada dua mobil damkar Bireuen yang tiba di lokasi langsung membantu memadamkan api. Bangunan dari kayu ludes terbakar, beberapa bangunan lainnya selamat dari musibah tersebut," ujar Teguh Mandiri.

Dugaan sementara, menurut BPBD Bireuen, musibah kebakaran itu terjadi akibat korsleting arus listrik. Sedangkan, akibat musibah tersebut, Nurjati Alatif (58) serta tiga anaknya yaitu Erik Ifannur (30), plus si kembar Zurahmah (13) dan Zuhrina (13), harus kehilangan tempat tinggal.

Menurut Saifuddin, salah seorang keluarga dekat korban kepada Serambinews.com, saat kejadian kedua anak Nurjati yang kembar membawa ibunya berobat ke Puskesmas Samalanga, sementara anak tertua Erik juga tidak ada di rumah.

Sementara itu, Kadis Sosial Bireuen, Mulyadi SE, melalui Kabid Rehabilitasi dan Jaminan Sosial, Faisal Kamal SSos kepada Serambinews.com menambahkan, selain kehilangan tempat tinggal bagi keluarga tersebut, sarana belajar anak-anak yang dibangun sejak 20 tahun lalu itu, juga rata dengan tanah.

VIDEO Enam Rumah Terbakar di Aceh Tenggara, 20 Jiwa Mengungsi

VIDEO - Polisi dan TNI Bagi-Bagikan Bendera Merah Putih di Kecamatan Kuta Malaka Aceh Besar

Tujuh Daerah di Aceh Berpotensi Angin Kencang, Tinggi Gelombang Banda Aceh-Sabang Capai 2,5 Meter

Di sisi lain, Kapolres Bireuen, AKBP Taufik Hidayat SH SIK MSi melalui Kapolsek Peudada, Iptu Mukhlis kepada Serambinews.com mengaku, pihaknya belum mengetahui sumber api yang menyebabkan terjadinya kebakaran. “Sumber api belum kita ketahui dan masih dalam penyelidikan,” ujar Kapolsek sambil meminta anggotanya memasang police line.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved