Vaksin Buatan Indonesia Masuki Tahapan Uji Coba Terhadap Mamalia
Proses uji coba terhadap hewan dapat memakan waktu hingga satu bulan. Sebelum uji coba terhadap hewan, LBM Eijkmann melakukan proses kloning protein.
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Proses pengembangan vaksin Covid-19 dalam negeri bernama merah putih oleh Lembaga Bio Molekuler (LBM) Eijkmann telah memasuki tahap uji coba terhadap hewan mamalia.
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan proses uji coba terhadap hewan dilakukan sebelum pengetesan terhadap manusia.
"Prosesnya sampai saat ini sedang menyiapkan kloning dari proteinnya yang diujicobakan pada mamalia, untuk hewan, sebelum masuk uji klinis untuk manusia," ujar Bambang dalam acara 'Kegiatan Ilmiah Hakteknas ke-25: Rakornas Prioritas Riset Nasional' yang digelar secara daring, Kamis (13/8/2020).
Proses uji coba terhadap hewan dapat memakan waktu hingga satu bulan. Sebelum uji coba terhadap hewan, LBM Eijkmann melakukan proses kloning protein. Bambang berharap proses kloning ini berlangsung lancar, sehingga dapat dilakukan proses uji coba dengan segera.
• WHO Tak Jamin Keamanan Vaksin Sputnik V Buatan Rusia
• Vladimir Putin Klaim Vaksin Covid-19 Buatan Rusia Efektif Kembangkan Imun Tubuh Relawan
• Menkes AS Harapkan Vaksin Virus Corona Disetujui Desember 2020
"Kita harapkan proses kloning ini bisa berjalan lancar, sehingga ketika sudah diujicobakan ke hewan mungkin memakan waktu satu bulan," kata Bambang.
Jika proses uji coba vaksin pada hewan berjalan lancar, LBM Eijkmann bakal menyerahkan kepada perusahaan medis Biofarma untuk uji coba kepada manusia. "Kalau memang efektif di hewan, maka bisa dimulai diujicobakan dengan diserahkan pada Bio Farma untuk memproduksi vaksin yang dipakai dalam tahap pertama," ujar Bambang.
Bambang Brodjonegoro mengatakan vaksin dan obat Covid-19 masuk dalam 49 produk yang mendapatkan keutamaan dalam pengembangan Program PRN. "Kalau yang terkait Covid-19, yang kita masukan riset tentang vaksinnya sendiri, selain itu obat asli Indonesia baik fitofarmaka maupun yang OHT atau obat herbal terstandar," kata Bambang.
Bambang Brodjonegoro juga menjelaskan vaksin dan obat Covid-19 masuk dalam 49 produk yang mendapatkan keutamaan dalam pengembangan Program PRN.
• Jadi Pertama di Dunia, Putri Presiden Rusia Sudah Disuntik Vaksin Covid-19, Hasilnya Luar Biasa
• Langkah India Mencari Vaksin Covid-19
• Lonjakan Kasus Corona, Ketua IDI Pidie: Antisipasi Pandemi Covid-19 Bukan dengan Vaksin
"Kalau yang terkait Covid-19, yang kita masukan riset tentang vaksinnya sendiri, selain itu obat asli Indonesia baik fitofarmaka maupun yang OHT atau obat herbal terstandar," kata Bambang.
Selain itu, riset mengenai suplemen untuk pasien Covid-19 juga masuk dalam PRN. Saat ini, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedang melakukan uji coba obat ini di Rumah Sakit Wisma Atlet. Alat kesehatan untuk penanganan pasien Covid-19 juga masuk dalam PRN. Bambang mengatakan selama ini, alat kesehatan kurang mendapatkan perhatian.
Situasi pandemi Covid-19 membuat kebutuhan alat kesehatan meningkat. Sehingga riset pengembangan alat kesehatan menjadi sangat penting. "Kita akui bahwa Indonesia harus mulai bisa melakukan inovasi melalui berbagai macam alat kesehatan yang secara umum sangat dibutuhkan masyarakat," tutur Bambang.
Uji Klinis
Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Prof. dr. Amin Soebandrio menyebutkan tahapan uji klinis vaksin Sinovac tidak mudah dan hasilnya tidak selalu bagus.
Harus ada pemantauan kepada relawan yang disuntik selama enam bulan dan di tengah proses tersebut kalau relawan sakit atau mengalami hal lain harus cari relawan baru.
Sementara itu dari sekitar 2.400 dosis yang telah diterima Biofarma, rencananya akan diujikan 1.620 dosis kepada relawan kalau berhasil baru Biofarma bisa memproduksi vaksin ini.
• Hendak Dirujuk ke RSUDZA Banda Aceh, Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia di RSUD-YA Tapaktuan
"Yang di tes ada 1.620 itu bukan hal mudah, direncanakan enam bulan tes, yang direkrut dari awal gak selalu juga bisa ikut sampai akhir mungkin saja DO karena kondisinya," ungkap Prof. Amin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/vaksin-sinovac.jpg)