Update Corona di Subulussalam

Dokter di Subulussalam Ini Siap Beri Rp 100 Juta Bagi yang Mampu Buktikan Diagnosa Covid-19 Bisnis

Risdianty siap memberikan uang tunai sebesar Rp 100 juta bagi warga yang mampu membuktikan penegakan penyakit covid-19 merupakan bisnis.

Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Risdianty Saragih, dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam. 

Tak tahan atas berbagai tudingan dan cercaan bahkan sumpah serapah para netizen, beberapa akun para tenaga kesehatan membuat sejumlah postingan berisi curahan hati mereka.

Salah satunya, dokter Risdianty yang saban hari berhadapan dengan pasien termasuk mereka yang dicurigai terpapar covid-19.

Dalam tulisan yang diunggah Jumat (14/8/2020) tersebut Risdianty menyatkan bila penyakit Covid ini hanya konspirasi dokter atau tenaga kesehatan serta karangan semata,  untuk apa mereka memakai baju sumpek plus masker berlapis setiap hari.

Dia mengaku jika memakai baju hazmat itu membuat kondisi badan sampai lemas namun mereka tetap memakainya demi terhindar dari penyakit covid-19.

Risdianty juga menanyakan apakah ada yang sudah memakai masker? “Pakai masker selapis apa rasanya? Ini kami pakai masker berlapis.. Demi menjaga diri,” ujar Risdianty

Lalu Risdianty menjelaskan soal ada yang menganggap mereka para dokter mengambil keuntungan dengan mengada-ngadakan kan diagnosa Covid pada pasien-pasien di sana.

Dikatakan, bila memang ingin mencari keuntungan mengapa tidak sekalian semua pasien yang mereka rawat dibuat diagnosa covid-19.

“Kalau mau mencari keuntungan kenapa kami tidak buat semua pasien covid-19, biar kami kaya mendadak,” tulis Risdianty

Dijelaskan, dalam sebulan dia  merawat inap pasien sekitar 200-an ditambah 800 an pasien rawat jalan.

Nah, kata Risdianty jika saja mereka berniat buruk ingin membisniskan berapa pula dananya dengan meng covidkan semua pasien.

Dia pun mengimbau agar jadi netizen cerdas. Lalu buat anda penderita diabetes, asma, jantung, hipertensi dan penyakit kronis lainnya sebenarnya diminta lebih berhati-hati.

Ini karena mereka yang memiliki penyakit kronis tersebut paling rentan terpapar virus ini dan bila terpapar virus hingga akan lebih cepat buruk kondisinya.

Sedangkan yang tanpa penyakit dan bugar biasanya hanya mendapatkan keluhan ringan saja. Meski dihujat, Risdianty menyampaikan agar seua sehat selalu serta berharap jjaga kesehatan dan protokol kesehatan.

Sebelumnya, Risdianty juga menyampaikan isi hatinya selaku para medis atau dokter di Subulussalam terkait masih banyaknya warga melakukan perjalanan ke zona merah.

Dia mempertanyakan kemana empati warga yang wara wiri ke zona merah tanpa protokol kesehatan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved