Update Corona di Subulussalam

Dokter di Subulussalam Ini Siap Beri Rp 100 Juta Bagi yang Mampu Buktikan Diagnosa Covid-19 Bisnis

Risdianty siap memberikan uang tunai sebesar Rp 100 juta bagi warga yang mampu membuktikan penegakan penyakit covid-19 merupakan bisnis.

Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Risdianty Saragih, dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam. 

Hal lain ketika warga tersebut sakit tidak jujur pada status perjalanan sehingga banyak nakes yang dikorbankan.

Para tenaga kesehatan, kata Risdianty juga memiliki istri, anak dan keluarga sehingga tak mau ikut tertular akibat ketidakjujuran pasien.

Beragam tanggapan para netizen berdatangan mulai dari simpati dan mendoakan para dokter dan tenaga medis di Subulussalam tidak terpapar covid-19.

Berikut beberapa postingan Risdianty yang terpantau Serambinews.com terkait kondisi Covid-19 Subulussalam.

Kemana empati kalian pada kami..

Pergi ke zona merah tanpa protokol kesehatan

Lalu ketika sakit tidak jujur pada status perjalanan..

Berapa banyak nakes yg dikorbankan...

Mereka punya anak istri/suami...

Mana empati kalian pada kami..

Seandainya posisi kami ada pada kalian... Apa yg kalian rasakan..?

Salah seorang rasul pernah kena sakit menular dalam jangka waktu lama

Sahabat rasulullah yg banyak amal ibadahnyapun ada yg kena wabah..

Ada 'alim ulama yg kena wabah covid (salah satunya ustd hilmi)

Orangtua ulama kita juga ada kena covid (ayah dan keluarga ustdz khalid basalamah )

Lalu kamu siapa hingga merasa gak kena covid?

Hingga kamu siapa hingga merasa kebal dari wabah ini?

Siapa aja bs kena.. Apalagi tak mematuhi protokol kesehatan.. Sehingga jangan merasa kebal karena kamu, saya, dan kita bukan siapa2

da yang menganggap kami para dokter mengambil keuntungan dengan mengada2kan dignosa COVID pada pasien2 kami..

Bila memang ingin mencari keuntungan mengapa tidak sekalian semua pasien yg kami rawat kami buat adakan diagnosa COVID biar kami kaya mendadak..

Sebulan saya merawat inap pasien sekitar 200-an tambah 800 an pasien rawat jalan.. Kan lumayan ya kalau di covidkan semua biar cepat saya kaya nya.. He... He...

Bila penyakit COVID ini hanya konspirasi kami serta karangan kami semata, ngapain kami dokter pakai baju sumpek plus masker berlapis setiap hari sampai lemas memakainya demi terhindar dr penyakit ini...

(ada yg sudah pakai masker? Pakai masker selapis apa rasanya? Ini kami pakai masker berlapis.. Demi menjaga diri)

Ayolah jadi netizen cerdas...

Buat anda penderita diabetes, asma, jantung, hipertensi dan penyakit kronis lainnya sebenarnya harusnya anda yg lebih berhati2 karena anda yg paling rentan terpapar virus ini dan bila terpapar virus akan lbh cepat buruk kondisinya sedangkan yg tanpa penyakit dan bugar biasanya hanya mendapatkan keluhan ringan saja..

Salam sehat selalu, jaga kesehatan dan protokol kesehatan ya..

Berhubung banyak sekali pasien yg menanyakan ke saya baik via wa maupun sms apakah saya praktek hari ini..

Dengan ini saya sampaikan informasi bahwa kedua pasien covid kemarin adalah pasien saya dan saya kontak langsung dengan pasien karena memeriksa pasien tsb

Sehingga untuk keamanan pasien saya semua, pagi ini saya melakukan swab dulu dan bila sudah terbukti negatif baru saya akan praktek seperti biasa kembali..

Mohon doanya agar saya negatif swab agar bs melayani pasien seperti biasanya kembali..

Ini saya lakukan demi kehati2an dan untuk melindungi pasien saya lainnya.

Buat psn yg membutuhkan pengobatan rutin silahkan kerumah sakit karena sementara saya digantikan oleh dokter pengganti

Salam sehat semua..

Semua tim medis dan para medis yg terpapar hari ini semua menjalani swab massal sekitar 50 orang.. Sakitnya jangan ditanya.. Pakai banget..

Percayalah...kalau ini konspirasi dan karangan kami semata tentu kami tak mau menjalani prosedur yg sungguh tak enak ini semua..

Penyakit ini nyata, jaga diri dan keluarga masing2.. Percayalah mencegah lebih baik dari mengobati..

Mohon doanya untuk 50 tenaga kesehatan yg menjalani swab massal hari ini..

Postingan terakhir Risdianty menyampaikan bahwa puluhan tenaga kesehatan termasuk dokter menjalani isolasi karena kontak dengan pasien Covid-19 yang meninggal dunia dua hari lalu.

Dia juga mengkonfirmasi jika dia salah satu dokter spesialis penyakit dalam yang juga menjalani isolasi disamping rekannya spesialis paru.

Selain isolasi, para nakes dan dokter juga menjalani swab untuk memastikan apakah terpapar atau tidak. Ini karena dia dan para nakes di RSUD Subulussalam kontak dengan pasien yang postif covid-19. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved