Sabtu, 11 April 2026

Luar Negeri

Pakar Kaligrafi Arab Saudi Asal Suriah Kembali Sehat, Seusai Dirawat 13 Hari di Rumah Sakit

Pakar kaligrafi Arab Saudi asal Suriah, Utsman Taha kembali sehat seusai dirawat 13 hari di rumah sakit. Dia dan istrinya awalnya dicurigai terpapar

Editor: M Nur Pakar
iStock
Pakar kaligrafi Al-Quran Arab Saudi asal Suriah, Utsman Taha 

SERAMBINEWS.COM, MEKKAH - Pakar kaligrafi Arab Saudi asal Suriah, Utsman Taha kembali sehat seusai dirawat 13 hari di rumah sakit.

Dia dan istrinya awalnya dicurigai terpapar virus Corona baru, Covid-19, meskipun keduanya akhirnya dinyatakan negatif virus Corona.

Taha adalah pembuat kaligrafi resmi Al-Quran di Kompleks Raja Fahd untuk Pencetakan Al-Quran di Madinah.

Istrinya, Fatimah Umm Al-Nour, mengatakan Taha mengalami infeksi dada selama dirawat di rumah sakit.

Dia menyatakan telah dan mengambil semua tindakan pencegahan dan tidak meninggalkan rumah selama lima bulan sebelum ke rumah sakit,

Kaligrafer berusia 86 tahun itu masih dalam tahap pemulihan, kata istrinya, dan beristirahat serta menghindari stres.

Dia memuji dokternya, yang secara konsisten memeriksa pasangan itu sejak Taha pulang, dan menambahkan dia juga dites negatif untuk Covid-19.

Taha dianggap sebagai salah satu pakar kaligrafi paling terampil di dunia Arab.

Arab Saudi Bantah Buka Penerbangan Internasional Oktober 2020, Surat Edaran Palsu Beredar di Medsos

Kasus Virus Corona Arab Saudi Dekati 300.000 Orang

Arab Saudi Sudah Angkut Bantuan dengan Empat Pesawat Kargo ke Lebanon

Al-Nour mengatakan kepada Arab News, Sabtu (15/8/2020) bahwa suaminya terus berlatih kaligrafi setiap hari.

Taha yang sudah 12 kali menulis A-Qquran di Kompleks Raja Fahd lahir tahun 1934 di Suriah dan bersekolah di Aleppo.

Ayahnya juga seorang pakar kaligrafi yang terampil, yang menggunakan aksara Ruq'ah, dan Taha belajar dengan beberapa pakar kaligrafi terbaik Suriah.

Seperti Mohammed Al-Mawlawi, Mohammed Al-Khatib, Hussein Al-Turki, dan Ibrahim Al-Rifai.

Ketika dia pindah ke Damaskus untuk kuliah, Taha mulai mempelajari aksara lain, termasuk Thuluth, Naskh dan sekarang dianggap sebagai master dan Farsi.

Dia menerima sertifikat kaligrafinya dari ahli kaligrafi Hamed Al-Amadi pada tahun 1973.

Dia tiba di Arab Saudi pada tahun 1988, dan mulai bekerja sebagai penulis kaligrafi di Kompleks Raja Fahd untuk Pencetakan A-Qquran di Madinah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved