Aceh Besar Lawan Covid 19
Penanganan Covid-19 Dinilai tak Jelas Arah, Ini Jawaban Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar
"Ada yang mengatakan bahwa Aceh Besar gagal, saya katakan bahwa Aceh Besar tidak gagal menangani Covid-19," kata Anita.
SERAMBINEWS.COM, KOTA JANTHO - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar, Anita SKM MKes menegaskan Pemerintah Aceh Besar sangat serius dalam menangani Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19.
Pernyataan itu disampaikan Anita menanggapi komentar masyarakat yang menyebutkan penanganan Covid-19 di Aceh Besar tak jelas arah.
"Ada yang mengatakan bahwa Aceh Besar gagal, saya katakan bahwa Aceh Besar tidak gagal menangani Covid-19," kata Anita.
"Mungkin kabupaten lain belum pernah melakukan Swab kepada masyarakatnya, tetapi Aceh Besar saat ini sudah 600 orang yang di-swab dari jumlah 2.000 penduduk yang direncakan," sambung Anita.
Hal itu disampaikan Anita kepada wartawan usai menghadiri peresmian ruang Penyakit Infeksi Emerging dan Remerging (Pinere) RSUD Aceh Besar, Minggu (16/8/2020).
Peresmian Ruang Pinere di RSUD Aceh Besar tersebut dilakukan Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali.
• 61 Petugas Kesehatan Positif Corona di Aceh Besar, Ini Imbauan Jubir Covid-19
• Satgas Covid-19 Aceh Besar Razia Masker di Pasar Lambaro dan Pusat Keramaian Lainnya
• Pakar Kaligrafi Arab Saudi Asal Suriah Kembali Sehat, Seusai Dirawat 13 Hari di Rumah Sakit
Anita menambahkan, keseriusan Pemkab Aceh Besar melakukan SWAB dengan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (Unsyiah).
Tujuan dilakukannya swab pada kepada masyarakat agar cepat diketahui mana orang yang positif dan yang tidak.
"Itu upaya kita menindaklanjuti penanganan Covid-19 ini. Jadi Aceh Besar serius menangani virus ini," kata Anita.
Di sisi lain, kata Anita lagi, rata-rata masyarakat tidak bisa menerima di desa mereka ada orang yang sudah positif Covid-19.
Padahal dari awal, katanya, Plt Gubernur Aceh dan Bupati Aceh Besar sudah mengeluarkan instruksi di gampong dan kecamatan untuk membuat ruang isolasi di gampong masing-masing, apabila ada orang yang dikategorikan Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19.
Kadis Kesehatan Aceh Besar itu mengungkapkan, beberapa waktu lalu sudah ada surat dari Plt Gubernur Aceh, yaitu tanggal 15 Agustus, seluruh kabupaten/kota sudah menyiapakan ruang isolasi bagi OTG yang berdekatan dengan RSUD.
"Artinya dengan surat ini, yang sudah positif bukan ditempatkan di gunung, tapi ditempatkan di masing-masing gampong yang ada di kabupaten Aceh Besar," ungkapnya.
Selanjutnya, kata Anita, masing-masing gampong dan kecamatan harus menyediakan tempat ruang isolasi bagi OTG.
Sehingga, kalau sewaktu-waktu ada gejala bagi yang bersangkutan, petugas Puskesmas maupun Rumah Sakit bisa menjemput orang tersebut untuk dirawat di Rumah Sakit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-aceh-besar.jpg)