Tabrakan Maut di Bireuen

Penuturan Ayah Korban yang Anaknya Meninggal Tabrakan Maut di Peudada, Ka Awai dijak Aneuk Lon

Ia tak menyangka anaknya telah pergi selama-lamanya sedang ia masih terbaring dengan luka di tubuh.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Ibrahim orang tua Aklima di RSUD Bireuen, disampingnya Syifa anak dari adiknya yang ikut bersamanya juga mengalami luka. SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS 

"Kami tujuh orang berangkat dari Keumala tujuan pulang ke Langsa, dalam perjalanan ia duduk di bangku barisan kedua bersama Putri Aklima dan seorang anaknya, sedangkan keluarga lainnya di deretan bangku belakang," kisah Ayah yang anaknya meninggal di musibah itu .

Saat musibah terjadi ia sangat terkejut dan tidak bisa bernafas, Ibrahim segera dibantu warga setempat, beberapa dibawa ke Puskesmas Peudada sedangkan lainnya dibawa ke IGD RSUD Bireuen.

“Kami sangat berterimakasih kepada masyarakat Peudada yang begitu cekatan dan sigap membantu kami para penumpang yang mengalami korban kecelakaan, mobilnya sangat kencang larinya” ujarnya.

Ibrahim bersama anak-anaknya dan korban lainnya segera dibantu warga, kemudian dibawa ke rumah sakit, warga begitu cekatan menolong korban dengan cepat.

Setiba di rumah sakit dan menjelang subuh baru diketahui istrinya dan keluarga lainnya juga mengalami luka berat
termasuk Putri Aklima.

Tim medis menurut informasi dan melihat kesibukan mereka melakukan tindakan cepat dan anaknya rencana akan
dirujuk ke Banda Aceh karena mengalami luka benturan ke bagian kepala.

Sebelum dibawa ke Banda Aceh ternyata Allah berkehendak lain, “ka awai dijak aneuk lon (sudha duluan pergi anak saya),” ujarnya terdiam dan tangannya sambil mengusap air mata yang membasahi pipinya dan terdiam beberapa saat.

Mendengar kalimat Ka awai jijak aneuk long, sejumlah keluarga dekat yang sedang di sampingnya juga terdiam seketika dan mengeluarkan air mata.

Anaknya Putri Aklima (9) benar adanya telah lebih dulu meninggal, jenazahnya dibawa pulang ke Keumala, Pidie dandikebumikan di sana.

Ibrahim yang dagunya sudah diperban baru bisa duduk di ranjang rawatan, sedangkan istrinya sudah dibawa ke kamar operasi karena mengalami luka berat dan patah salah satu kakinya.

Putri Aklima adalah anak keempat dari lima bersaudara pasangan Ibrahim-Marzalena salah satu keluarga penumpang Mopen Hiace mengalami luka berat dan meninggal dunia. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved