Kisah Hidup Prof Dessy R Emril

Sempat Benci jadi Dokter, Lebih Tertarik jadi Polwan (3)

Saya sempat marah (jadi dokter), saking luar biasanya melelahkan menjalani pendidikan kedokteran. Sampai saya berpikir anak saya

Penulis: Ansari Hasyim | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/Instagram Dessy R Emril
Mengajar pada program fellow manajemen nyeri komprehensif yang dilaksanakan Divisi Nyeri dan Nyeri Kepala Bagian/SMF Neurologi bekerja sama dengan Diklat RSUZA 

Ternyata semua itu ada hikmahnya. Lambat laun, Dessy mulai menyukai bidang ilmu saraf yang digelutinya.

Terutama saat ia menemukan satu bidang keilmuan tentang pain management yang dia tekuni hingga sekarang.

“Neurologi saya anggap lebih banyak menganalisis otak. Di situ saya menemukan passion saya di bidang nyeri. Orang menderita nyeri karena ada sarafnya. Sehingga waktu itu saya ambil konsultan bidang nyeri,” kenangnya.

Dessy kini merasa lebih lega. Masa-masa sulit itu telah berlalu.

“Saya merasa bahagia sekali bila ada pasien yang saya tangani sembuh, dan itu menyadarkan saya ternyata uang bukanlah segalanya,” ujar sosok pengagum Jack Ma ini. Menurutnya filosofi hidup Jack Ma, tokoh berpengaruh di dunia yang juga pendiri Alibaba Group, itu telah memberi banyak inspirasi dalam hidupnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved