Gajah Liar
Kawanan Gajah Liar Hancurkan Kebun Sawit Warga Desa Seumantok, Aceh Barat
Disebutkan, kondisi pohon sawit sebagian rata dengan tanah dan sebagian lagi miring, kawanan gajah tersebut hanya memakan pucuk mudanya saja. Kondisi
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Kawanan gajah liar, Kamis (20/8/2020) malam dilaporkan kembali berulah merusak kebun kelapa sawit milik warga di Desa Seumantok, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat.
Ratusan batang sawit ditumbangkan oleh kawanan gajah liar, dengan memakan pucuknya yang menjadi makanan satwa tersebut.
“Dari jejaknya adalah kawanan gajah liar yang merusak kebun sawit kami, sebab tidak mungkin satu ekor hajah dalam satu malam mampu merusak hingga satu hektare,” kata Marzuki, pemilik kebun sawit, warga Desa Seumantok kepada Serambi, Jumat (21/8/2020).
Disebutkan, kondisi pohon sawit sebagian rata dengan tanah dan sebagian lagi miring, kawanan gajah tersebut hanya memakan pucuk mudanya saja. Kondisi tersebut tentu pohon sawit yang rusak tidak akan tumbuh lagi, karena pucuk mudanya dimakan gajah tersebut.
• Terlambat Daftar BPJS, Aparatur Desa di Abdya Terancam tak Dapat Bantuan Rp 600 Ribu dari Pemerintah
• Mobil Dikemudikan Jatuh dari Parkiran di Lantai 3, Kakek Ini Ditemukan Meninggal, Begini Kronologis
• Revitalisasi Kios, Kota Kualasimpang Diharapkan tak Lagi Identik dengan Kawasan Kumuh
Ia menambahkan, selain merusak pohon kelapa sawit, gajah tersebut juga ikut mengobrak-abrik satu unit gubuk di kebun tersebut, sementara bekas tapak kaki dan kotorannya berserakan di kebun sawit milik marzuki dan milik tetangganya.
Kondisi tersebut sempat membuat para pemilik takut ke kebun saat ini, karena kawanan gajah tersebut diduga masih berada di kawasan hutan di daerah perkebunan warga di daerah itu.
Pihaknya berharap kepada pihak terkait untuk segera dapat mengusirnya dari daerah tersebut, sehingga kawanan gajah liar itu tidak bereaksi lagi merusak kebun warga.
Pohon sawit yang dirusak gajah tersebut masih berusia 2 hingga 5 tahun. Sehingga masih mudah dirobohkan.
Kehadiran kawanan gajah tersebut merupakan salah satu petaka terhadap para petani sawit di wilayah tersebut, sebab kehilangan pohon sawit yang sudah berbuah itu membuat petani kehilangan mata pencaharian.
Sebab kebun sawit tersebut merupakan sumber ekonomi warga, untuk menghidupi keluarga, pendidikan anak dan keperluan lainnya.
Menurutnya, pemerintah diminta perlu untuk memperhatian dan menyelamat kan sumber pendapatan ekonomi warga, sebab jika semua kebun sawit hilang maka sumber ekonomi akan hilang yang menyebabkan warga melarat dan miskin.
“Sebelum meluasnya kerusakan kelapa sawit akibat kawanan gajah liar, kita berharap kepada pihak terkait untuk dapat menyelamatkan sejumlah kebun warga lainnya dengan mengusir jauh kawanan gajah tersebut dari daerah itu,” harap Marzuki.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/gajah-8t8t8t.jpg)