Selasa, 16 Juni 2026

Luar Negeri

Lebanon Kembali Berlakukan Lockdown dan Jam Malam Selama 14 Hari

Pemerintah Lebanon, Jumat (21/8/2020) memulai penguncian parsial selama dua minggu dan pemberlakuan jam malam.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/JOSEPH EID
Sebuah karya seni yang terbuat dari pecahan kaca menggambarkan bendera Lebanon bersama burung Phoenix di halaman belakang sebuah bangunan dekat pelabuhan Beirut, Jumat (21/7/2020). 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Pemerintah Lebanon, Jumat (21/8/2020) memulai penguncian parsial selama dua minggu dan pemberlakuan jam malam.

Hal itu setelah kasus virus Corona meningkat tajam menyusul ledakan di Pelabuhan Beirut yang  menewaskan ratusan orang dan melukai ribuan orang.

Kasus virus yang dikonfirmasi telah meningkat dari 5.417 orang sehari setelah ledakan besar pada 4  Agustus 2020 menjadi hampir 11.000 orang pada Jumat (21/8/2020).

Hal itu menyebabkan para pejabat mengumumkan penguncian.

Pada Kamis (20/8/2020), Kementerian Kesehatan Lebanon menghitung rekor 605 kasus baru yang  dikonfirmasi dalam 24 jam sebelumnya.

Meningkatkan jumlah total kasus yang terdaftar sejak akhir Februari 2020 menjadi 10.952 orang.

Pandemi telah menewaskan 113 orang di negara kecil itu, yang berhasil membatasi penyebaran  virus pada awal wabah.

Saad Hariri Bakal Menjadi PM Lebanon Lagi, Didukung Oleh Ketua Parlemen

Lebanon Butuh Reformasi Super Kuat, Membangun Kembali Kepercayaan Rakyat

Rakyat Lebanon Hening Cipta, Kenang Korban Ledakan Dahsyat Beirut

Banyak bisnis tutup pada Jumat (21/8/2020) pagi di Beirut.

Tetapi beberapa sektor, termasuk  bank, toko bahan makanan, toko buku, dan apotek diizinkan buka.

Restoran, klub malam, pantai, dan toko pakaian adalah beberapa bisnis yang ditutup oleh  Kementerian Dalam Negeri.

Kasus virus telah meningkat sejak awal Juli 2020, ketika penguncian sebelumnya dicabut dan satu- satunya bandara internasional Lebanon dibuka kembali.

Pada akhir Juni 2020, Lebanon mencatat 1.778 kasus dan jumlah itu berlipat ganda lebih dari lima  kali dalam tujuh minggu terakhir ini.

Namun jumlahnya meningkat secara dramatis setelah 4 Agustus 2020, setelah ledakan hampir 3.000  ton amoniak nitrat yang disimpan di pelabuhan Beirut.

Lebih dari 180 orang tewas dan lebih dari 6.000 terluka serta seperempat juta orang tinggal di rumah  yang tidak layak.

Ledakan itu membanjiri rumah sakit dan juga merusak dua rumah sakit yang memiliki peran kunci  dalam menangani kasus virus Corona.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved