Rabu, 22 April 2026

Luar Negeri

PBB Dapat Akses ke Presiden Mali, Para Pemimpin Afrika Minta Tahanan Dibebaskan

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Jumat (21/8/2020) mengatakan telah memperoleh akses ke Presiden Mali yang digulingkan.

Editor: M Nur Pakar
AFP/ANNIE RISEMBERG
Seribuan warga turun ke jalan-jalan untuk memprotes Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi PBB di Mali (MINUSMA) di Bamako, Jumat (21/8/2020). 

SERAMBINEWS.COM, BAMAKO - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Jumat (21/8/2020) mengatakan telah memperoleh akses ke Presiden Mali yang digulingkan.

Tentara telah mengumumkan pembebasan dua pemimpin lainnya yang ditahan dalam kudeta  dramatis pekan ini.

Tindakan itu bertepatan dengan meningkatnya tekanan internasional pada junta militer, seperti dilansir AFP, Jumat (21/8/2020).

Termasuk persiapan untuk demonstrasi di ibu kota Bamako setelah kudeta terbaru di negara Afrika Barat yang bermasalah itu.

"Tadi malam, tim dari MINUSMA #HumanRights pergi ke #Kati dalam rangka mandatnya untuk melindungi hak asasi manusia," kata misi penjaga perdamaian PBB.

"Kami juga telah mendapat akses ke Presiden Ibrahim Boubacar Keita dan tahanan lainnya," tambahnya.

Tentara menangkap Keita dan para pemimpin lainnya setelah melancarkan pemberontakan pada Selasa (18/82020) di Kati.

Sebuah pangkalan militer sekitar 15 kilometer dari Bamako.

Mantan Reporter BBC Saksi Hidup Serangan Hotel dI Somalia: Saya Selamat dari Empat Pengepungan

Presiden Mali Dikudeta, Militer Janjikan Transisi Pemerintahan Sipil dan Pemilu Secepatnya

Al Chaidar di Belanda, Minta Pemerintah Aceh Terbitkan Album Foto Aceh Masa Lalu

Seorang anggota junta militer, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan telah mengizinkan misi PBB untuk mengunjungi semua 19 tahanan di Kati.

Termasuk Keita dan Perdana Menteri Boubou Cisse.

Sumber itu menambahkan junta militer telah membebaskan mantan Menteri Ekonomi Abdoulaye Daffe dan Sabane Mahalmoudou, Sekretaris Pribadi Keita.

"Dua narapidana telah dibebaskan, tetapi masih ada 17 orang di Kati dan ini menjadi bukti kami menghormati hak asasi manusia," kata anggota junta militer itu.

Pembebasan yang dilaporkan itu terjadi tak lama sebelum demonstrasi massal, yang dilakukan oleh koalisi protes yang menuntut pengunduran diri Keita.

Sekaligus merayakan kemenangan rakyat Mali

Tentara menamai organisasinya Komite Nasional untuk Penyelamatan Rakyat, di bawah kepemimpinan seorang kolonel berusia 37 tahun bernama Assimi Goita.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved