Luar Negeri
PBB Dapat Akses ke Presiden Mali, Para Pemimpin Afrika Minta Tahanan Dibebaskan
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Jumat (21/8/2020) mengatakan telah memperoleh akses ke Presiden Mali yang digulingkan.
Mereka juga memperingatkan junta militer memikul tanggung jawab atas keselamatan dan keamanan para tahanan.
Para pemimpin juga mengumumkan akan mengirimkan delegasi tingkat tinggi untuk memastikan segera kembalinya tatanan konstitusional.
Para pemimpin Afrika lainnya pada Jumat (21/8/2020) menambah kecaman atas kudeta dan mengulangi tuntutan untuk pembebasan para tahanan.
Presiden Kenya Uhuru Kenyatta mendesak resolusi krisis secara cepat, damai dan demokratis.
Presiden DR Kongo, Felix Tshisekedi menggambarkan kudeta itu sebagai berbahaya bagi demokrasi di Afrika.
Dia meminta negara-negara Afrika harus mengambil sikap tegas.
Keita memenangkan pemilihan secara telak pada tahun 2013.
Menempatkan dirinya sebagai sosok pemersatu di negara yang retak, dan terpilih kembali pada tahun 2018 untuk masa jabatan lima tahun berikutnya.
Tapi dia gagal membuat kemajuan melawan pemberontakan jihadis yang telah membuat sebagian besar negara di tangan kelompok Islam bersenjata.
Bahkan, memicu kekerasan etnis di pusat negara yang bergejolak.
Ribuan orang telah meninggal dan ratusan ribu telah meninggalkan rumah mereka.
Kemarahan memuncak setelah hasil pemilu legislatif yang disengketakan pada April 2020.
Mengarah pada pembentukan koalisi protes anti-Keita, Gerakan 5 Juni.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rakyat-mali-turun-ke-jalan.jpg)