Jumat, 8 Mei 2026

Berita Aceh Barat

Karhutla di Aceh Barat, 7,6 hektare Lahan Gambut di Samatiga dan Seuneubok Terbakar, Ini Penyebabnya

Masing-masing terjadi di Desa Reusak, Kecamatan Samatiga dan di Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, dengana real yang terbakar mencapai 7,6 hektare.

Tayang:
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Saifullah
Foto: Brimob Nagan Raya
Personel Brimob di Nagan Raya membantu memadamkan karhutla di Aceh Barat, Sabtu (22/8/2020). 

Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi pada dua titik di Kabupaten Aceh Barat.

Masing-masing terjadi di Desa Reusak, Kecamatan Samatiga dan di Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, dengana real yang terbakar mencapai 7,6 hektare.

Kebakaran lahan gambut itu terjadi sejak Jumat (21/8/2020) kemarin dan masih terus berlanjut hingga Sabtu (22/8/2020) sekitar pukul 16.14 WIB.

Namun demikian, tim gabungan berhasil memadamkan api di lokasi lahan gambut tersebut pada Sabtu (22/8/2020) sekitar pukul 16.14. WIB.

Diduga karhutla itu terjadi akibat pembersihan lahan dengan cara pembakaran kayu kering, sehingga menyebabkan api merambat ke lahan lain.

“Dua lokasi titik kebakaran lahan untuk sementara sudah berhasil dipadamkan 100 persen. Namun apakah besok api akan muncul lagi, itu kita belum bisa kita ketahui,” kata Dr Mukhtaruddin, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat kepada Serambinews.com, Sabtu (22/8/2020).

Lagi, 51 Pasien Covid-19 Aceh Sembuh, Tingkat Kesembuhan Menjadi 38,5 Persen

Ini 33 Desa di Abdya Belum Daftar Aparatur Jadi Peserta BPJS, Terancam Tak Terima Subsidi Gaji

VIDEO - Bikin Jantungan, Aksi Ibu-ibu Pesepeda Hampir Ditabrak Mobil saat Motong Jalan Raya

Disebutkan dia, luas lahan yang terbakar itu mencapai 7,6 hektare, masing-masing di Desa Reusak, Kecamatan Samatiga seluas 6 hektare, sedangkan di Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan seluas 1,6 hektare.

Upaya pemadaman di Samatiga, bebernya, melibatkan personel dari BPBD Aceh Barat, Polsek dan Koramil Samatiga, serta warga Desa Reusak, Kecamatan Samatiga.

“Sedangkan di Seuneubok, juga melibatkan personel BPBD Aceh Barat, Polsek Johan Pahlawan, Koramil, personel Brimob, dan masyarakat setempat,” paparnya.

Kebakaran tersebut, urainya, terjadi pada bagian gambut dan lahan sawit milik warga, namun sebagian besar terjadi pada lahan kosong.

Karhutla itu, terang dia, terjadi sejak Jumat (21/8/2020), yang berawal ketika salah satu pemilik lahan membersihkan kebunnya dengan membakar kayu kering.

Terkait Pemasangan Stiker BBM Bersubsidi, Ini Kata Ombudsman RI Perwakilan Aceh

Pemkab Aceh Besar Sosialisasi Covid-19 Secara Virtual

Banyak Mobil Milik Perusahaan Ditengarai Manfaatkan Pogram Stiker BBM Bersubsidi

“Api berawal dari lokasi tempat perencanaan pembangunan kandang ayam. Tidak disangka api yang dinyalakan untuk membakar kayu kering itu merampas luas sehingga membakar lahan sleuas 1,6 hektare di kawasan Seuneubok,” ulas Kalak BPBD.

Hal serupa, ucapnya, juga terjadi di kawasan Reusak, akibat adanya pembakaran yang tidak terkontrol, sehingga api meluas dan merambat ke lahan-lahan sekitarnya.

“Alhamdulillah, pada kedua lokasi tersebut api sudah berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan dengan mengerahkan mobil pemadam dan peralatan lainnya seperti mesin pompa air,” tukas Mukhtaruddin.

“Kita mengimbau kepada warga jangan sembarangan membakar lahan, terlebih pada musim kemarau sebab akan sangat mudah terbakar. Kehati-hatian itu untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan seperti yang terjadi saat ini,” harapnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved