Breaking News:

Kupi Beungoh

Haruskah Mempermalukan Rakyat Demi Kuota BBM Bersubsidi?

"Kita berharap daripada terlalu memaksakan mempermalukan rakyat, lebih baik menguatkan sosialisasi dan pemahaman masyarakat terhadap BBM."

For Serambinews.com
Zainal Abidin Suarja 

Oleh: Zainal Abidin Suarja *)

SEJALAN dengan pernyataan Pemerintah Aceh bahwa program stickering terhadap kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, ternyata di ranah publik suara yang mempersoalkan kebijakan itu tidak juga berkurang.

Rasanya tidak ada alasan untuk tidak sependapat dengan Ketua Komisi II DPRA yang mengharapkan kebijakan itu ditinjau ulang.

Ya, harus ditinjau ulanglah, minimal ada penyesuaian kalimat pada stiker supaya lebih manusiawi.

Pemerintah harusnya paham dampak pandemi Covid-19 telah menjalar ke semua lini dan segi.

Kondisi ini harusnya bisa memberikan sedikit empati kepada masyarakat, termasuk pemilik mobil yang terpaksa menggunakan BBM bersubsidi.

Tidak semua mobil dapat dikategorikan mewah sehingga tidak berhak mendapat premium.

Mobil-mobil tipe LCGC (Low Cost Green Car), misalnya, yang sebagian besar digunakan teman-teman transportasi online mau tidak mau harus mendapatkan BBM subsidi.

Alasannya, pekerjaan mereka sekarang sangat hancur-hancuran.

Penumpang yang berkurang drastis sampai penghilangan bonus dan insentif membuat mereka harus rela antre premium berjam-jam di SPBU.

Halaman
1234
Editor: Nasir Nurdin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved