Breaking News:

Berita Luar Negeri

Ide Jahat Brenton Tarrant, Tembak Jamaah Masjid Al Noor Christchurch Hingga Berencana Bakar Masjid

Tarrant menulis di senjata api berbagai nama dan tanggal yang merujuk pada tokoh dan peristiwa bersejarah pertempuran dan tokoh dalam Perang Salib.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Muhammad Hadi
New Zealand Herald
Brenton Harrison Tarrant setelah melakukan penembakan, berencana ingin membakar dua masjid Christchurch setelah serangan teror 15 Maret 2019 di mana dia membunuh 51 orang. 

Dia juga berencana menyerang Masjid Ashburton setelah meninggalkan Linwood.

HARI SERANGAN

Pada pagi hari tanggal 15 Maret 2019 Tarrant meninggalkan alamatnya di Dunedin dan berkendara ke utara menuju Christchurch.

Ia memiliki senjata api, amunisi yang disiapkan sebelumnya ke dalam magasin dan empat tempat bensin modifikasi untuk digunakan sebagai alat pembakar.

Sidang Penembakan 51 Jamaah Masjid, Pria Ini Relakan Tubuhnya Ditembak Demi Lindungi Jamaah Lain

Dia juga memakai baju besi balistik dan rompi taktis bergaya militer.

Pengadilan mendengar niatnya adalah untuk membakar masjid pada akhir serangan tersebut.

Tarrant membawa senjata api berikut bersamanya ke Christchurch:

  • Mossberg 930 semi-otomatis 12 gauge shotgun dengan setidaknya 7 kapasitas magasin peluru untuk satu peluru.
  • Senjata MSSA kaliber .223 Windham Weaponry dilengkapi dengan magasin silinder berisi 60 butir amunisi.
  • Senapan MSSA Ruger AR-15 .223 yang dilengkapi dengan dua magasin besar berkapasitas 40 peluru.
  • Senapan Ranger 870 pump action 12 gauge dengan kapasitas lima tembakan.
  • Senapan aksi tuas magnum Uberti 357 dengan magasin tubular dengan kapasitas 13 peluru amunisi magnum. 
  • Aksi baut Predator Mossberg kaliber 223 dilengkapi dengan magasin 30 peluru.

Teroris Brenton Tarant Sempat Unggah Foto Masjid Al Noor 2 Hari sebelum Lakukan Serangan

Tarrant menulis di senjata api dengan mengacu pada berbagai nama dan tanggal yang merujuk pada tokoh dan peristiwa bersejarah seperti pertempuran dan tokoh dalam Perang Salib.

Serangan teror dan simbol termasuk beberapa yang digunakan oleh SS Latvia, Hongaria, Estonia dan Norweigan.

Dia melakukan perjalanan tiba di Christchurch pada pukul 12.55 siang.

Ia berhenti di tempat parkir dekat Masjid Al Noor dan melakukan persiapan.

Termasuk membungkus salah satu rompi antipeluru di bagian belakang kursi pengemudi untuk memberikan perlindungan balistik saat mengemudi.

Ia juga mengatur empat senjata api di kursi penumpang depan dan kaki pengemudi agar mudah dijangkau.

Dua senjata api yang tersisa diletakkan di bagasi belakang mobil, samping empat jerigen pembakar.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved