Breaking News:

Berita Luar Negeri

Ide Jahat Brenton Tarrant, Tembak Jamaah Masjid Al Noor Christchurch Hingga Berencana Bakar Masjid

Tarrant menulis di senjata api berbagai nama dan tanggal yang merujuk pada tokoh dan peristiwa bersejarah pertempuran dan tokoh dalam Perang Salib.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Muhammad Hadi
New Zealand Herald
Brenton Harrison Tarrant setelah melakukan penembakan, berencana ingin membakar dua masjid Christchurch setelah serangan teror 15 Maret 2019 di mana dia membunuh 51 orang. 

Selama periode perencanaan, dia "mempelajari menggunakan senjata api" dengan menghadiri beberapa klub senapan.

Brenton Tarrant, Teroris Penembakan Mesjid di Christchurch Dikenai 50 Tuduhan Pembunuhan

Tarrant juga memodifikasi senjata agar bisa menembakkan amunisi lebih cepat.

Saat dia membeli senjata dan berlatih menggunakannya, ia mulai merencananakan untuk melakukan serangan terhadap masjid untuk "menimbulkan korban jiwa sebanyak mungkin", pengadilan mendengar.

Dengan menggunakan internet, dia menelusuri detail masjid, gambar interior, lokasi, dan detail spesifik seputar waktu shalat.

Termasuk hari-hari penting dalam kalender Islam untuk mengetahui waktu masjid paling sibuk.

Dan pada 8 Januari tahun lalu, tiga bulan sebelum serangan ia melakukan perjalanan dari Dunedin ke Christchurch untuk mengintai Masjid Al Noor.

Ia berdiri di seberang jalan dan menerbangkan drone langsung ke atas masjid, merekam dan merekam pemandangan udara dari halaman masjid, bangunan, dan pintu masuk dan keluar.

"Sejak saat ini, Masjid Al Noor dan Linwood Islamic Center menjadi target utama serangannya," keterangan dari fakta yang dibacakan.

Dia juga berencana menyerang Masjid Ashburton setelah meninggalkan Linwood.

HARI SERANGAN

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved