Luar Negeri
Sidang Pembantaian 51 Jamaah Masjid Al-Noor, Terdakwa Tidak Emosi Hadapi Korban Selamat
Penganut supremasi kulit putih yang membunuh 51 jamaah Masjid Al-Noor tidak menunjukkan emosi saat menghadapi serangan keluarga dan korban selamat.
SERAMBINEWS.COM, CHRISTCHURCH - Brenton Tarrant penganut supremasi kulit putih yang membunuh 51 jamaah Masjid Al-Noor tidak menunjukkan emosi.
Dia menghadapi serangan keluarga dan korban selamat di ruang sidang.
Dia dihadapkan langsung dengan para saksi hidup yang putus asa di pengadilan.
Dengan laporan mengerikan tentang kekejaman itu, seperti dilansir AFP, Senin (24/8/2020).
Pada pembukaan sidang hukuman di ruang sidang Christchurch, jaksa penuntut mengungkapkan rincian mengerikan.
Mulai dari serangan yang direncanakan dengan cermat.
Dimana Brenton Tarrant ingin menembak lebih banyak lagi orang daripada yang telah dieksekusinya.
Dengan pria bersenjata Australia itu bertatap muka dengan keluarga yang berduka dan terluka untuk pertama kalinya, mereka yang selamat menceritakan kejadian mengerikan itu.
Ada yang bersembunyi di bawah mayat, memaafkan Tarrant.
Tetapi hidup dengan suara senapan otomatis terus terngiang di telinga mereka.
Digelar di tengah keamanan yang ketat dengan penembak jitu ditempatkan di atap pusat kota, sidang diberitahu insiden 15 Maret 2019 itu.
Tarrant yang bersenjata berat menembaki pria, wanita dan anak-anak.
Mengabaikan permohonan bantuan dan mengemudi di atas satu mayat saat pindah ke masjid lainnya.
• Ide Jahat Brenton Tarrant, Tembak Jamaah Masjid Al Noor Christchurch Hingga Berencana Bakar Masjid
• Sidang Pembantaian 51 Jamaah Masjid, Al-Noor: Kamu Melampaui Batas, Aku Tidak Bisa Memaafkanmu
• Donald Trump Kirim Menlu dan Jared Krushner ke Timur Tengah, Bujuk Tetangga UEA Ikuti Jejaknya
"Ketika dia melihat Mucad Ibrahim yang berusia tiga tahun menempel di kaki ayahnya, Tarrant membunuhnya dengan dua tembakan tepat sasaran," kata jaksa, Barnaby Hawes di pengadilan.
Tarrant mengaku bersalah atas 51 tuduhan pembunuhan dengan 40 percobaan pembunuhan dan satu terorisme setelah menyerbu dua masjid di Christchurch,,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/terdakwan-pembantaian-jamaah-masjid-selandia-baru-brenton-tarrant.jpg)