Breaking News:

Berita Foto

FOTO - Ekspresi Datar Wajah Teroris Penembakan Masjid Saat Sidang Vonis Perdana

Jaksa penuntut mengungkapkan fakta mengerikan di mana Brenton Tarrant "ingin membunuh orang sebanyak mungkin"

Editor: m anshar
FOTO - Ekspresi Datar Wajah Teroris Penembakan Masjid Saat Sidang Vonis Perdana - wajah-teroris-penembakan-masjid.jpg
JOHN KIRK-ANDERSON / POOL / AFP
Teroris berkebangsaan Australia Brenton Tarrant menghadiri hari pertamanya di pengadilan di Christchurch pada 24 Agustus 2020. - Tarrant, yang membunuh 51 Muslim dalam penembakan di masjid-masjid Selandia Baru tahun lalu tidak menunjukkan emosi ketika sidang hukumannya dibuka, Senin (24/8/2020).
FOTO - Ekspresi Datar Wajah Teroris Penembakan Masjid Saat Sidang Vonis Perdana - wajah-brenton.jpg
JOHN KIRK-ANDERSON / POOL / AFP
Teroris berkebangsaan Australia Brenton Tarrant menghadiri hari pertamanya di pengadilan di Christchurch pada 24 Agustus 2020. - Tarrant, yang membunuh 51 Muslim dalam penembakan di masjid-masjid Selandia Baru tahun lalu tidak menunjukkan emosi ketika sidang hukumannya dibuka, Senin (24/8/2020).
FOTO - Ekspresi Datar Wajah Teroris Penembakan Masjid Saat Sidang Vonis Perdana - brenton-tarrant.jpg
JOHN KIRK-ANDERSON / POOL / AFP
Teroris berkebangsaan Australia Brenton Tarrant menghadiri hari pertamanya di pengadilan di Christchurch pada 24 Agustus 2020. - Tarrant, yang membunuh 51 Muslim dalam penembakan di masjid-masjid Selandia Baru tahun lalu tidak menunjukkan emosi ketika sidang hukumannya dibuka, Senin (24/8/2020).
FOTO - Ekspresi Datar Wajah Teroris Penembakan Masjid Saat Sidang Vonis Perdana - polisi-kawal-brenton.jpg
JOHN KIRK-ANDERSON / POOL / AFP
Teroris berkebangsaan Australia Brenton Tarrant menghadiri hari pertamanya di pengadilan di Christchurch pada 24 Agustus 2020. - Tarrant, yang membunuh 51 Muslim dalam penembakan di masjid-masjid Selandia Baru tahun lalu tidak menunjukkan emosi ketika sidang hukumannya dibuka, Senin (24/8/2020). JOHN KIRK-ANDERSON / POOL / AFP
FOTO - Ekspresi Datar Wajah Teroris Penembakan Masjid Saat Sidang Vonis Perdana - demonstrasi-dukung-korban-penembakan.jpg
Sanka VIDANAGAMA / AFP
Seorang pria berdemonstrasi untuk mendukung para korban serangan masjid Christchurch di luar Pengadilan Tinggi Christchurch menjelang hari pertama dari empat hari sidang hukuman terhadap teroris berkebangsaan Australia Brenton Tarrant di Christchurch † pada 24 Agustus 2020. Hukuman terhadap seorang Supremasi kulit putih Australia yang membunuh 51 jemaah Muslim di Selandia Baru - dan menyiarkan langsung pembantaian tersebut - akan dimulai di tengah keamanan yang ketat di pengadilan Christchurch. Sanka VIDANAGAMA / AFP
FOTO - Ekspresi Datar Wajah Teroris Penembakan Masjid Saat Sidang Vonis Perdana - imam-masjid-al-noor.jpg
Sanka VIDANAGAMA / AFP
Gamal Fouda (kanan), Imam masjid Al Noor, tiba di luar gedung Pengadilan Tinggi Christchurch menjelang hari pertama dari empat hari sidang hukuman supremasi kulit putih Australia Brenton Tarrant di Christchurch † pada 24 Agustus 2020.
FOTO - Ekspresi Datar Wajah Teroris Penembakan Masjid Saat Sidang Vonis Perdana - keluarga-korban-hadiri-persidangan.jpg
Sanka VIDANAGAMA / AFP
Anggota keluarga korban serangan masjid Christchurch tiba di luar Pengadilan Tinggi Christchurch menjelang hari pertama dari empat hari sidang hukuman supremasi kulit putih Australia Brenton Tarrant di Christchurch, Senin (24/8/2020).
FOTO - Ekspresi Datar Wajah Teroris Penembakan Masjid Saat Sidang Vonis Perdana - bunga-di-makam-korban-penembakan.jpg
Sanka VIDANAGAMA / AFP
Bunga terlihat di kuburan para korban serangan teror Christchurch di Memorial Park Cemetery pada hari pertama dari empat hari sidang hukuman supremasi kulit putih Australia Brenton Tarrant di Christchurch, Senin (24/8/2020).
FOTO - Ekspresi Datar Wajah Teroris Penembakan Masjid Saat Sidang Vonis Perdana - keluarga-korban-hadiri-sidang-vonis-perdana.jpg
Sanka VIDANAGAMA / AFP)
Keluarga korban serangan teror Christchurch hadir pada hari pertama dari empat hari sidang hukuman supremasi kulit putih Australia, Brenton Tarrant di Christchurch, Senin (24/8/2020).
FOTO - Ekspresi Datar Wajah Teroris Penembakan Masjid Saat Sidang Vonis Perdana - kuburan-korban-penembakan.jpg
Sanka VIDANAGAMA / AFP
Bunga terlihat di kuburan korban serangan teror Christchurch, Ul Umari Hussein di Memorial Park Cemetery pada hari pertama dari empat hari sidang hukuman supremasi kulit putih Australia Brenton Tarrant di Christchurc, Senin (2/8/2020).

SERAMBINEWS.COM - Teroris penembakan masjid di Selandia Baru memasang tampang datar ketika menghadapi korban-korbannya, dalam insiden 15 Maret 2019 lalu.

Dalam agenda pertama sidang vonis di Christchurch, jaksa penuntut mengungkapkan fakta mengerikan di mana Brenton Tarrant "ingin membunuh orang sebanyak mungkin".

Dilaporkan AFP Senin (24/8/2020), pria berkebangsaan Australia itu hanya diam sembari sesekali matanya berputar sepanjang sidang.

Teroris Brenton Tarant Sempat Unggah Foto Masjid Al Noor 2 Hari sebelum Lakukan Serangan

Dalam pernyataannya, Jaksa Hawes menerangkan bahwa Tarrant mengakui dia sengaja menyerang dua masjid dan berusaha membunuh orang sebanyak mungkin.

"Dia menekankan dia ingin menembak sebanyak mungkin orang dan hendak ke masjid ke Ashburton untuk mengulangi perbuatannya ketika dihentikan," kata dia.

Ide Jahat Brenton Tarrant, Tembak Jamaah Masjid Al Noor Christchurch Hingga Berencana Bakar Masjid

Hawes melanjutkan, apa yang dilakukan Tarrant merupakan terorisme, di mana dia ingin menebarkan ketakutan kepada pihak yang dia anggap "penjajah".

Dalam hal ini, sasarannya adalah Muslim atau secara umum, kaum migran non-Eropa.

Tarrant mengaku bersalah atas 51 dakwaan pembunuhan, 40 dakwaan percobaan pembunuhan, dan satu dakwaan terorisme, di mana dia bakal mendapatkan hukuman seumur hidup.

Ketika Dunia Mengutuk Penembakan di Selandia Baru, Warga Israel Justru Puji Teroris Brenton Tarrant

Jaksa penuntut berharap, dia dihukum seumur hidup tanpa kans pembebasan bersyarat, di mana praktik itu bisa jadi yang pertama di Selandia Baru.

Hakim Cameron Mander menegaskan Tarrant tidak akan dibiarkan menggunakan persidangan sebagai ajang untuk menyebarkan nilai supremasi kulit putih.

Adapun sidang tersebut akan digelar hingga Kamis (27/8/2020).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Teroris Penembakan Masjid Selandia Baru Hadapi Korbannya dengan Tampang Datar",https://www.kompas.com/global/read/2020/08/24/192146270/teroris-penembakan-masjid-selandia-baru-hadapi-korbannya-dengan-tampang?page=1

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved