Minggu, 3 Mei 2026

KB Kookmin Berambisi Menjadi Pengendali Tunggal Bank Bukopin    

KB Kookmin Bank (“KB”) berambisi menjadi peme­gang saham pengendali tunggal dengan porsi kepemilikan 67% saham PT Bank Bukopin Tbk

Tayang:
Editor: bakri
IST
Rivan A. Purwantono, Direktur Utama Bank Bukopin 

Tanda awal pemulihan dan pentingnya keberhasilan RUPSLB padaTerwujudnya KB menjadi pe­megang saham pengendali tunggal Bank Bukopin, pasar sudah menun­jukkan tanda-tanda positif. Setelah KB berpartisipasi dalam PUT V pada Juli 2020, kondisi rush money yang terjadi mulai berhenti.

Selain itu, Fitch juga mening­katkan peringkat Bank Bukopin menjadi AA- (idn) dengan prospek pengawasan peringkat positif. Per­ingkat tersebut berada di bawah kat­egori peringkatinvestasi, hal terse­but menjadi salah satu kunci bagi Bank Bukopin untuk mendapatkan kembali kepercayaan Nasabah dan meningkatkan kinerja.

Oleh karenanya, persetujuan para pemegang saham dalam RUPS­LB mendatang untuk menyetujui private placement non-preemptive bagi KB Kookmin Bank sangat penting, guna memastikan KB dapat menyuntikkan lebih banyak modal ke Bank Bukopin dengan segera untuk mengkonsolidasikan kepemilikan saham serta melakukan transformasi di Bank Bukopin. Dengan kondisi tersebut akan memudahkan Bank Bukopin untuk mengimplementa­sikan arahan strategi baru (dengan dukungan penuh KB) dengan segera.

Pentingnya Kepemilikan Mayoritas KB di Bank Bukopin

Mengingat besarnya transfor­masi yang dibutuhkan oleh Bank Bukopin saat ini, guna menjadikan Bank Bukopin sebagai salah satu Bank Nasional yang terkemuka, Komitment dari 2/3 hak suara pe­megang saham sangat penting. Ini akan memungkinkan KB member­ikan dukungan penuh kepada Bank Bukopin dengan lebih efisien.

Tanpa kepemilikan mayoritas 2/3 di Bank Bukopin, KB memili­ki keterbatasan dalam memberikan dukungan finansial dan non finan­sial, hal ini dapat mempengaruhi kepercayaan nasabah terhadap Bank Bukopin.

KB bermaksud untuk mem­bangun grup jasa keuangan “lo­kal” di Indonesia dengan investasi langsungnya baru-baru ini di industri pembiayaan konsumer dan asuransi di Indonesia. Dalam hal ini, penawaran perbankan ritel Bank Bukopin akan memainkan peran sentral dalam strategi KB secara keseluruhan di Indonesia, yaitu memberikan dukungan holis­tik bagi konsumen jasa keuangan Indonesia. Kemampuan Bank Bu­kopin untuk menerapkan strategi ini dan memfasilitasi investasi di Indonesia, dan membantu mem­bangun infrastruktur dan bisnis Indonesia, juga akan terpengaruh secara negatif, jika KB tidak dapat mengkonsolidasikan kepemilikan saham, kontrol manajemen serta memastikan pelaksanaan yang transparan dari arah kebijakan strategi Bank Bukopin yan baru. Terkait hal ini, President & CEO KB Hur Yin mengatakan, KB akan bertanggung jawab penuh terhadap Bank Bukopin.

Menata ulang masa depan Bank Bukopin dan Mencip­takan Bank transparan di Indonesia

Kedepannya, KB Kookmin Bank akan menyempurnakan tim Sumber Daya Manusia Bank Bukopin yang akan bekerja sama untuk meningkatkan kinerja. KB berencana untukmenciptakan Tim Pemulihan yang akan bertugas mengoptimalkan kinerja neraca Bank Bukopin.

Selanjutnya, KB juga beren­cana menghadirkan Tim Digital (kolaborasi antara TI Bank Buko­pin dan KB Kookmin Bank) yang berfungsi menciptakan platform mutakhir dan layanan New Cus­tomer Experience bagi Nasabah, terutama yang berada pada segmen Ritel dan mitra bisnis lainnya.

KB yakin Transformasi yang akan terjadi di Bank Bukopin den­gan dukunganya, dapat menetapkan standar perbankan baru di industry perbankan Nasional tentang apa yang dapat dilakukan lembaga jasa keuan­gan Indonesia bagi Nasabah dan pemegang sahamnya.. Keberhasilan rencana ini akan bergantung pada hasil yang baik dalam RUPSLB 25 Agustus 2020 mendatang, di mana dukungan pemegang saham minori­tas yang kuat sangat penting.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved