Berita Aceh Tenggara

Derita Tumor Ganas pada Wajah Hingga Sebabkan Hilang Penglihatan, Amaludin Butuh Bantuan

Amaludin beralamat lengkap di Desa Paye Munje, Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Amirullah
For Serambinews
Amaludin beralamat lengkap di Desa Paye Munje, Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara. Alami tumor ganas pada hidung hingga sebabkan hilang penglihatan 

Laporan Syamsul Azman | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Amaludin berusia 47 tahun harus menerima dengan lapang dada, penyakit yang menimpa dirinya dan keterbatasan ekonomi untuk berobat.

Amaludin beralamat lengkap di Desa Paye Munje, Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara.

Saat ini, Amaludin mengidap tumor pada bagian hidung, tumor awalnya pada hidung namun menjalar hampir pada seluruh bagian wajahnya.

Pada bulan Februari 2020 lalu, Amaludin mengalami hal yang tidak biasa pada wajahnya.

Wajahnya tiba-tiba semakin membesar, sehingga membuat dirinya sulit melihat dan bernafas.

Mata dan hidungnya ikut membengkak, bahkan matanya sulit untuk terbuka melihat orang sekitarnya.

Pada awal Februari 2020, Amaludin dirujuk dari rumah sakit Kutacane, ia dibawa ke Rumah Sakit Haji Medan.

RSUD Aceh Singkil Rawat Pasien Corona, Rumah Sakit Sudah Antisipasi Sejak Awal

Kasus Pasien Corona di Aceh Barat Bertambah Satu Orang Lagi    

Aceh Selatan Mulai Diguyur Hujan, Sejumlah Ruas Jalan Nasional Tergenang

Dari bulan Februari hingga bulan Agustus saat ini, Amaludin hanya mendapatkan tiga kali pengobatan.

Pun hanya secara berobat jalan, pengobatannya terhenti akibat terkendala dengan biaya.

Amaludin sempat disarankan untuk melakukan pengobatan ke RS Murni Teguh Medan oleh pihak Rumah Sakit Haji Medan, karena memiliki fasilitas lebih lengkap.

Namun, karena tidak memiliki biaya, Amaludin beserta keluarga tidak melanjutkan pengobatan.

Untuk melakukan perjalanan dari Kutacane, Aceh Tenggara menuju Medan, Sumatera Utara, keluarga ini merasa sulit, apalagi ditambah kebutuhan sehari-hari yang tidak mudah tercukupi.

Amaludin masih memiliki 7 orang anak yang perlu dibiayai, namun dirinya tidak berdaya, karena kondisi yang tidak memungkinkan dirinya bekerja.

Wanita Perlu Tau, 5 Bahan Masker Alami Ini Tak Selalu Bagus Untuk Wajah, Jangan Sering Digunakan

Satu Puskesmas di Simeulue Ditutup Setelah 23 Petugas Kesehatan Reaktif Rapid Tes Covid-19

Apalagi anak-anaknya masih kecil, sulit rasanya bagi dirinya bertahan, dengan tanggung jawab besar pada anak serta istri, namun fisiknya tidak mendukung untuk bekerja.

Amaludin direncanakan akan dirujuk ke Banda Aceh, untuk melanjutkan pengobatan.

Namun, ia kesulitan, apalagi biaya melakukan perjalanan dan kebutuhan sehari-hari di Banda Aceh bukan perkara kecil.

Kronologi

Sebelumnya, Amaludin merasa ada benjolan di hidungnya, tanpa ada sebab, ia merasa hidungnya cukup sakit. 

Karena tidak sanggup menahan sakit, ia pergi ke rumah sakit di Kutacane, lalu pihak rumah sakit mengatakan Amaludin mengalami tumor dan harus dirujuk ke rumah sakit Medan. 

Karena arahan demikian, berangkatlah Amaludin beserta istri ke rumah sakit Medan, tepatnya di Rumah Sakit Haji. 

Di rumah sakit tersebut, ia sempat melakukan pengobatan selama tiga kali, berobat jalan. 

Karena tumor pada hidungnya semakin meresahkan hatinya, pun Amaludin merasa semakin sakit, pihak Rumah Sakit Haji menyarankan agar Amaludin melakukan pengobatan ke RS Murni Teguh, karena alat lebih lengkap. 

Namun, karena tidak memiliki biaya, dengan tujuh anaknya masih kecil-kecil di rumah, Amaludin beserta istri memilih untuk pulang kampung dan berobat tradisional. 

Sayangnya, tumornya semakin membesar, sehingga saat ini ia tidak bisa lagi melihat. 

Kepala Desa Paye Munje, Buhari mengkonfirmasi bahwa salah satu warganya memang mengalami sakit parah. 

Ia bahkan mengakui, warganya sangat kesulitan, untuk biaya perjalanan saja warganya itu harus berhutang. 

"Iya, Pak Amaludin adalah warga Desa Paye Munje, ia kesulitan berobat karena terbentur biaya, sempat dulu ketika berangkat ke Medan, saya menangung biaya perjalanan," ucap Buhari pada Serambinews, Jumat (28/8/2020). 

Para relawan telah berusaha menggalang bantuan untuk biaya pengobatan Amaludin, salah satu relawan bernama Firmando, mengkonfirmasi bahwa sampai saat ini, bantuan yang telah diperoleh sebesar Rp 4 juta.

"Alhamdulillah, sampai saat ini, bantuan telah terkumpul Rp 4 juta," jelasnya. 

Bagi saudara berkeinginan membantu Pak Amaludin, bisa menghubungi nomor yang tertera di bawah ini. 

Informasi lebih lanjut bisa hubungi 082365235557. 

FOTO - Kedatangan Puluhan Tenaga Kerja Asing (TKA) Asal China di Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya

Dewan Minta Izin Kapal Cepat Pemkab Aceh Singkil Segera Dituntaskan

Perajin Anyaman Rotan di Aceh Timur Terkendala Modal Usaha di Tengah Tingginya Permintaan

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved