Breaking News:

Berita Banda Aceh

Musda Golkar Banda Aceh Berakhir, Sabri Badruddin Ditetapkan Sebagai Ketua Terpilih

Sabri Badruddin ST akhirnya dikukuhkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Banda Aceh menggantikan Iskandar Mahmud...

For Serambinews.com
Ketua DPD Partai Golkar Aceh, TM Nurlif menyerahkan bendera pataka kepada Sabri Badruddin, Ketua DPD Partai Golkar Banda Aceh yang baru usai musda partai itu di Hotel Kriyad Muraya, Banda Aceh, Sabtu (29/8/2020). 

 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sabri Badruddin ST akhirnya dikukuhkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Banda Aceh menggantikan Iskandar Mahmud.

Ia terpilih secara aklamasi dalam musyawarah daerah (musda) ke-10 yang berlangsung di Hotel Kriyad Muraya, Selasa (29/8/2020).

Musda tersebut berlangsung dalam suasana pandemi Covid-19 sehingga dilaksanakan dengan mengendepankan protokol kesehatan.

Seperti cek suhu tubuh, pakai masker, cuci tangan dengan hand sanitizer, dan jaga jarak. Kegiatan tersebut berlangsung tanpa hambatan. 

Sabri dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Tugas kami setelah terpilih akan menyusun dan melakukan konsolidasi serta menata struktur partai hingga ketingkat gampong,” katanya.

Tersedia Bantuan Rp 2,4 Juta Bagi Pelaku UMKM, Klik Link Pendaftarannya

VIDEO - Minat Pembeli Tinggi, Perajin Anyaman Rotan di Aceh Timur Terkendala Modal Usaha

Pasien Suspect Virus Corona Dijemput Satgas Covid-19 Pidie

Sabri yang juga anggota DPRK Banda Aceh ini berharap kehadirannya sebagai nahkoda baru bisa memperbaiki kinerja Partai Golkar Banda Aceh ke depannya.

“Semoga ke depan saya bisa melaksanakan lebih baik fungsi partai sebagai alat untuk menyuarakan kepentingan warga,” pungkasnya.

Sementara Ketua DPD Partai Golkar Aceh, TM Nurlif berpesan agar pengurus baru harus bertanggung jawab dalam melaksanakan amanah hasil musda.

“Kita minta ketua baru untuk segera menyusun kepengurusan dari tingkat DPD II hingga tingkat desa. Kita targetkan akhir Desember 2020 sudah selesai,” kata Nurlif.

Selain itu, Nurlif juga berpesan agar pada Pilkada mendatang Golkar Banda Aceh bisa mengusung calon sendiri sehingga perlu dipersiapkan dari sekarang.

Pasien Suspect Virus Corona Dijemput Satgas Covid-19 Pidie

“Dalam Pilkada Banda Aceh ke depan, Golkar Kota Banda Aceh harus mengusung kepala daerah dari kader sendiri, ini tugas kita bersama,” pungkasnya.

Sebenarnya, pada musda ke 10 kali ini banyak muncul nama calon ketua seperti Muntasir Hamid, Iskandar Mahmud, T Rinaldy, Haekal Asri, Sulasmi, Sabri Badruddin, dan Edi Akhyar. Belakangan muncul lagi nama Amri.

Informasi yang diterima Serambinews.com, dalam proses hanya dua nama yang mendapatkan dukungan cukup dari pemilik suara sebagai syarat untuk maju calon ketua yaitu Sabri Badruddin dan Amri.

Seminggu jelang musda, Amri sudah mengantongi sembilan surat dukungan, sedangkan Sabri hanya enam surat dukungan dari pemilik suara.

Kondisi itu berubah jelang dua hari pelaksanaan musda, dimana Sabri mengantongi delapan surat dukungan dan Amri tujuh surat dukungan.

Kondisi itu memaksa keduanya melakukan negosiasi, apakah melanjutkan pemilihan dengan sistem voting atau ada pilihan lain. Negosiasi itu difasilitasi oleh Ketua DPD Partai Golkar Aceh, TM Nurlif.

Berdasarkan informasi, dari hasil musyawarah dan mufakat diputusakan tidak ada pemilihan pada musda. Amri kemudian diberikan posisi sebagai Ketua Harian Partai Golkar Banda Aceh.

Ini 21 Calon Mahasiswa Baru Unimal yang Lolos dari Jalur Afirmasi Pendidikan Tinggi

Musda tersebut dibuka oleh Ketua DPD Partai Golkar Aceh, TM Nurlif. Pelaksanaan musda tersebut berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

Panitia juga menyediakan masker bagi peserta musda yang tidak membawa masker sendiri. Begitu juga susunan kursi, diatur sesuai dengan protokol kesehatan yaitu jarang-jarang.

Nurlif dalam sambutannya meminta semua kader untuk taat pada azas partai. "Kalau ada gagasan yang akan diberikan untuk partai, sampaikan dalam musda," katanya.

Dalam membesarkan partai, semua kader harus mendengar masukan dari siapa saja yang kemudian gagasan itu disampaikan dalam musda. Apalagi masukan yang konstruktif (memperbaiki).

Ia juga meminta pengurus dan kader partai untuk mendukung setiap kebijakan pemerintah. Terlebih di tengah pandemi seperti ini.

"Kita tidak tahu corona ini akan berhenti. Tapi menurut saya kita tidak perlu panik berlebihan. Kita tetap melaksanakan kegiatan sehari-hari dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," katanya.(*)

Pandemi Tak Halangi Catin untuk Ikat Janji, Juni Bulan Terbanyak Pasangan Menikah di KUA Montasik

Anak Punya Kebiasaan Menggigit Kuku? Begini 6 Tips Simpel Menghentikannya

Alhamdulillah, 117 Pasien Reaktif Covid-19 di Aceh Besar Dinyatakan Sembuh

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved