Berita Bireuen
Seorang Janda Miskin di Bireuen Terkejut Saat Tiba di Rumah, Ini yang Terjadi
Padahal beras yang dicuri itu ia siapkan untuk menggelar kenduri anaknya yang baru meninggal 30 hari lalu.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM - Seorang janda miskin di Bireuen dan sakit-sakitan lagi bernama Rosmani (58) penduduk Dusun Badrussalam, Desa Geulanggang Baro, Kota Juang Bireuen, Jumat (28/08/2020) saat pulang dari pasar dan setiba di rumah terkejut dan lesu setiba di rumah, setelah melihat pintu belakang rumah gubuk yang ditempatinya sudah rusak.
Kemudian ia melihat tiga zak beras disimpan di rumah yang merupakan sumbangan warga dan bantuan PKH dipersiapkan untuk kenduri 30 hari meninggal anaknya hilang di embat maling, satu tabung gas melon juga hilang.
“Sekitar pukul 10.00 saya ke pasar membeli kebutuhan dapur, rumah dalam keadaan kosong dan sudah biasa, pintu depan terkunci, pintu belakang juga kunci sebelah dalam. Waktu pulang saya terkejut pintu belakang sudah rusak, beras tidak ada lagi, tabung gas juga hilang,” ujarnya dengan suara datar kepada Serambinews.com, Sabtu
(29/08/2020).
Beberapa waktu lalu tepatnya, Kamis (13/08/2020) malam anaknya bernama Zul Ikbal meninggal dunia, beras tersebut untuk persiapan kenduri seadanya pada 30 hari meninggal anaknya, beras sudah disikat maling.
Amatan Serambinews.com, rumah yang ditempati Rosmani memang tidak layak huni, dindingnya sebagian dari tepas dan papan sudah lapuk, peralatan rumah tangga tidak ada sama sekali, rumah persis di pinggir sawah dan berdekatan dengan rumah warga lainnya.
“Rumah saya bangun bersama keluarga, tanah milik orang lain,” ujarnya.
• Bertambah Lagi Pasien Positif Corona di Bireuen, Ini Jumlah Total Hingga Kecamatan Tersebar
• Niat Puasa Ayyamul Bidh Pertengahan Bulan Hijriyah, Ini Jadwal dan Tata Caranya
• Derita Tumor Ganas pada Wajah Hingga Sebabkan Hilang Penglihatan, Amaludin Butuh Bantuan
Melihat kondisi rumah, maling tidak begitu repot masuk ke dalam rumah, karena dinding lapuk dan pintu belakang juga tidak kuat.
Masalahnya kata Rosmani, memasak tidak ada beras lagi karena sudah diambil maling dan juga tidak ada lagi tabung gas, kayu bakar juga tidak ada.
Dua zak beras yang hilang ukuran 15 kilogram sumbangan orang untuk persiapan kenduri 30 hari anaknya meninggal, kemudian satu zak lagi ukuran 10 kilogram merupakan bantuan PKH, ketiga zak diambil maling.
Hilangnya beras dan tabung gas milik Rosmani menjadi pembicaraan di Desa Geulanggang Baro, pasalnya, ia sudah janda, miskin dan menempati rumah tidak layak huni di atas tanah orang, kemalingan lagi.
“Parah malingnya dan tidak pandang bulu. Beras, tabung gas milik janda miskin pun diembat,” ujar Hasballah.(*)
• Kratom Ditetapkan sebagai Tanaman Herbal, Sempat Disebut Memiliki Efek seperti Ganja
• Profil Chadwick Boseman Aktor Black Panther, Meninggal Setelah 4 Tahun Melawan Kanker Usus Besar
• BISNIS Lumpuh Gegara Corona? Segera Daftar Online untuk Dapatkan Bantuan Rp 2,4 Juta, Senin Terakhir
• VIDEO - Bocah Bangun Pagi Buta untuk Jadi Badut Jalanan, Demi Bantu Ekonomi Keluarga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rosmanikemalingan.jpg)