Patroli Laut
TNI AL dan Tentara Laut Diraja Malaysia Tingkatkan Kerja Sama Patroli di Selat Malaka
Panglima Koarmada I, Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K SE MM, dalam keterangannya menyampaikan TNI AL dalam hal ini Koarmada I terus membangun dan mem
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Zaki Mubarak I Sumatera Utara
SERAMBINEWS.COM,BELAWAN - TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) melaksanakan Patroli Terkoordinasi (Patkor) di Selat Malaka, pada Sabtu (29/08/2020).
Pelaksanaan patroli terkoordinasi Malaysia dan Indonesia (Patkor Malindo) rutin dilaksanakan empat kali dalam setahun dimana patroli terkoordinasi tersebut bertujuan untuk menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan lepas pantai selat malaka yang menjadi jalur perdagangan international yang memiliki lalu lintas terpadat di dunia.
Panglima Koarmada I, Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K SE MM, dalam keterangannya menyampaikan TNI AL dalam hal ini Koarmada I terus membangun dan memelihara stabilitas dengan melaksanakan peran diplomasi.
Dimana Koarmada I yang memiliki wilayah kerja berbatasan langsung dengan 5 negara tetangga, terus aktif melaksanakan peran diplomasi dengan negara-negara di kawasan.
• Serambi Podcast Bersama Komedian Eumpang Breuh, Ketika Him Morning Terkenang Ayah Do dan Mando Gapi
• Manfaat Pisang di Gayo, untuk “Cecah” sampai “Pengobatan” Mistik
• Manfaat Pisang di Gayo, untuk “Cecah” sampai “Pengobatan” Mistik
“Ini untuk menjaga keamanan dan stabilitas kawasan serta mempererat hubungan dengan negara-negara tetangga,” kata Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid, kepada Serambinews.com, Minggu (30/8/2020) melalui press rilis Penerangan Lantamal I.
Saat ini kerja sama Patroli Koordinasi antara unsur Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dengan Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) diharapkan dapat menciptakan keamanan di Selat Malaka.
“Kegiatan Patkor Malindo yang selama ini dilaksanakan selalu mampu mencapai sasaran operasi yakni menjamin keamanan perairan Selat Malaka," jelas Abdul Rasyid .
Dikatakannya, TNI AL terus berkomitmen menjaga dan memberikan jaminan rasa aman kepada pengguna jalur laut Selat Malaka dari berbagai macam kerawanan dan tindakan merugikan.
Apalagi, sambungnya, kerawanan yang berpotensi di daerah perbatasan diantaranya adalah penyelundupan, pelanggaran hukum dengan kekerasan dan penyelundupan komoditi narkoba yang masih marak terjadi.
“Hal ini harus dihadapi bersama-sama dengan melakukan kerjasama dengan negara tetangga, karena pelanggaran dan permasalahan stabilitas ini selalu melibatkan dan berdampak langsung terhadap negara-negara tetangga,” pungkasnya.
Salah satu peran diplomasi TNI AL diwujudkan dalam latihan bersama dengan negara sahabat, unsur Koarmada I yaitu KRI Sutanto-377 melaksanakan Passing Exercise (Passex).
Kemudian dengan unsur TLDM KD Laksamana Tun Abdul Jamil-135 di Selat Malaka.
Lalu pada Patkor Malindo 149/20 sendiri, dilaksanakan latihan yang meliputi Flaghoist Exercise, Flash Exercise, Maneuver Exercise dan di akhiri dengan Sail Pass dengan saling memberi penghormatan antara KRI Sutanto-377 dan KD Laksamana Tun Abdul Jamil-135 kemudian langsung menuju sektor masing-masing di perairan Indonesia dan Malaysia untuk melanjutkan patroli terkoordinasi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/patroli-90090.jpg)